Berita  

Rumor pendidikan serta kesenjangan akses di area terasing

Bisikan Rumor dan Jurang Nyata: Potret Pendidikan di Pelosok Negeri

Di pelosok negeri, di mana akses informasi kerap terbatas, rumor pendidikan tumbuh subur bagai jamur di musim hujan. Desas-desus ini, di satu sisi, mencerminkan harapan dan kekhawatiran masyarakat. Namun, di sisi lain, ia seringkali menutupi realitas pahit: kesenjangan akses pendidikan yang nyata.

Rumor yang beredar beragam, mulai dari kabar penutupan sekolah, pemindahan guru secara mendadak, hingga janji program pendidikan ‘gratis’ yang tak kunjung terealisasi. Kehadiran internet, alih-alih selalu membawa solusi, justru kadang mempercepat penyebaran hoaks tanpa verifikasi. Akibatnya, kepercayaan terhadap sistem pendidikan tergerus, orang tua cemas, dan proses belajar mengajar terganggu.

Jauh di balik bisikan rumor, terdapat jurang kesenjangan akses yang menganga lebar. Sekolah di area terasing seringkali kekurangan fasilitas layak: bangunan rapuh, buku terbatas, tanpa listrik apalagi internet. Tenaga pengajar berkualitas enggan ditempatkan di sana, meninggalkan siswa dengan guru honorer berpenghasilan minim atau bahkan tanpa guru sama sekali. Akses transportasi yang sulit dan kondisi ekonomi masyarakat yang rentan semakin memperparah situasi.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan: kualitas pendidikan rendah menghasilkan sumber daya manusia yang kurang kompetitif, membatasi peluang, dan melanggengkan kemiskinan lintas generasi.

Maka, tantangan kita bukan hanya membendung arus rumor, melainkan juga secara fundamental menutup jurang kesenjangan ini. Dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah, kolaborasi dengan berbagai pihak, dan inovasi dalam pemerataan akses. Memberikan pendidikan berkualitas di pelosok bukan sekadar janji, melainkan investasi krusial demi masa depan bangsa yang adil dan merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *