Relevansi Ideologi dalam Politik Modern Saat Ini

Ketika Ideologi Bersembunyi: Relevansinya dalam Politik Kontemporer

Di era politik modern yang serba cepat, seringkali muncul narasi bahwa ideologi telah kehilangan relevansinya. Pragmatisme, efisiensi, dan solusi teknokratis seolah menjadi primadona, menggantikan perdebatan ideologis yang dianggap kaku dan usang. Namun, klaim ini perlu diuji: apakah ideologi benar-benar mati, ataukah ia hanya bertransformasi dan bersembunyi di balik layar?

Meskipun politik kontemporer mungkin tidak lagi didominasi oleh pertarungan ideologi yang eksplisit seperti di masa lalu, peran ideologi justru semakin subtil namun fundamental. Ia tetap menjadi kerangka dasar yang membentuk cara politisi memandang masalah, merumuskan kebijakan, dan berkomunikasi dengan publik.

Pertama, ideologi berfungsi sebagai kompas moral dan nilai. Setiap kebijakan, mulai dari reformasi ekonomi, isu lingkungan, hingga hak-hak sosial, berakar pada pandangan dunia tertentu yang didikte oleh ideologi. Misalnya, pendekatan terhadap peran negara dalam perekonomian—apakah lebih condong ke intervensi atau pasar bebas—adalah manifestasi dari perbedaan ideologis yang mendalam.

Kedua, ideologi membentuk identitas politik dan narasi publik. Gerakan populisme, terlepas dari klaim anti-kemapanan mereka, seringkali justru sangat ideologis, memanfaatkan sentimen nasionalisme, anti-elit, atau konservatisme budaya untuk menggalang dukungan. Bahkan di tengah "politik isu," preferensi terhadap isu-isu tertentu (misalnya, imigrasi, kesetaraan gender, atau regulasi teknologi) seringkali merefleksikan afiliasi ideologis yang mendasari.

Ketiga, meskipun partai politik tradisional tampak semakin homogen dan bergeser ke tengah, nuansa ideologis tetap membedakan mereka. Perbedaan ini mungkin tidak lagi sesangar di masa Perang Dingin, namun masih memengaruhi prioritas anggaran, alokasi sumber daya, dan respons terhadap krisis global.

Singkatnya, ideologi tidak mati; ia berevolusi. Ia mungkin tidak lagi diucapkan secara lantang di setiap pidato, namun ia menjadi "DNA" tersembunyi yang membentuk keputusan, menggerakkan massa, dan memengaruhi bagaimana kita memahami dunia politik. Memahami peran tersembunyi ideologi ini sangat krusial untuk menganalisis lanskap politik modern dengan lebih mendalam dan kritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *