Pemerintah Berencana Akan Naikan Harga Pertalite Dalam Waktu Dekat, ”Masyarakat Bisa Kolaps”

Bosscha.id Hallo Sahabat Bosscha. Pemerintah disebut bakal tingkatkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite.

Jika ini berlangsung, penduduk disebutkan akan kolaps.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto.

Ia mengatakan pihaknya menampik planning pemerintah yang bakal tingkatkan harga pertalite.

Ia menilai bila itu berjalan, penduduk akan semakin dirugikan sebab pemulihan ekonomi berasal dari adanya krisis masih terjadi.

“Terkecuali ini berjalan rakyat bisa kolaps. Penting negara tidak hadir. Ini adalah gaya ekonomi liberalis.

Bukan ekonomi Pancasila yang memihak wong cilik,” kata Mulyanto, Kamis (7/4/2022).

Menurut dia, kini gaya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) semakin liberal.

Karena, secara perlahan tetapi tentu harga barang diserahkan pada prosedur pasar.

“Didalam penetapan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) ini pemerintah benar-benar pragmatis,” ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI ini mengingatkan, kala ini rakyat di dalam keadaan yang terlampau berat.

Pandemi Covid-19 belum berakhir, ekonomi penduduk belum pulih, dan kekuatan beli mereka masih rendah.

Pas Pertalite adalah BBM yang lebih kurang 78 % digunakan penduduk secara luas.

Agar, bisa diperkirakan kenaikan harga pertalite akan diikuti dengan kenaikan harga transportasi dan kenaikan barang-barang lainnya yang menyebabkan inflasi.

Baca juga: Sosok H Endang, Pemilik Jembatan Perahu di Karawang, Beli Mobil Pajero Pakai Uang receh/coin

“Pemerintah kan hadir sebagai peredam beragam kejutan ekonomi-politik berasal dari luar negeri maupun didalam negeri, supaya keadaan penduduk kondusif dan stabil. Tidak boleh seluruh market shock itu segera dilepas dan dialirkan ke rakyat, dengan menambah harga-harga barang pokok rakyat secara semena-mena,” ujarnya.

Di sisi lain para pengusaha oligarki nikmati durian runtuh berasal dari ekspor, sebab harga Crude Palm Oil (CPO), batubara, tembaga, nikel yang meninggi.

Lebih-lebih hitungan kasarnya, penerimaan negara berasal dari ekspor komoditas ini jauh melebihi defisit transaksi terjadi berasal dari sektor migas Indonesia, sebagai negara net importer migas.

“Bbm tipe Pertalite ini kan baru saja semingguan diumumkan sebagai JBKP (Style BBM spesifik penugasan).

Artinya, Pertamina ditugaskan negara untuk sediakan dan mendistribusikan BBM type ini disesuaikan dengan harga, kuota dan wilayah penugasan yang ditetapkan.

Selisih antara harga keekonomian dengan harga jualnya akan diganti oleh Pemerintah dengan prosedur dana kompensasi,” jelasnya.

Ia mengimbuhkan, negara perlu hadir menyeimbangkan harga-harga barang dengan kemampuan keuangan negara berasal dari pendapatan di dalam negeri dan luar negeri yang memihak penduduk kecil.

“Masak kami kalah dengan negara tetangga Malaysia, yang harga Bbm-Nya lebih murah dan memihak masyarakat kecil mereka.

Kenapa juga kami masih melindungi oligarki dengan tidak tingkatkan pajak ekspor komoditas yang tengah booming secara progresif disesuaikan harga internasional?” kata dia.

Baca juga: Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2022

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.