Pemecatan Terawan oleh IDI Diduga Karena ‘Rebutan Lahan’, Kok Bisa?

Bosscha.idHallo Sahabat Bosscha. Pemecatan Mantan Menteri Kesegaran (Menkes) Terawan Agus Putranto berasal dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (Idi) menyebabkan sorotan.

Salah satunya berkunjung berasal dari Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra.

Azmi mengakui heran dengan masalah pemecatan Terawan. Menurutnya, pemecatan itu diduga dipicu implikasi “Rebutan Lahan” dengan Idi.

Pasalnya, Terawan dinilai udah mulai merambah ke bidang kesegaran lainnya. Ia selama ini dikenal sebagai dokter radiologi, tapi belakangan dirinya juga menanggulangi banyak kasus kesegaran lain di luar spesialisnya.

“Persoalan ini justru tampak ada perbedaaan pandangan personal komunikasi dengan organisasi atau ada dugaan ‘Rebutan huma’ gara-gara Dokter Terawan yang diakui sebagai dokter radiologi justru masuk ke bidang dokter spesialis lainnya,” kata Azmi Syahputra kepada wartawan Selasa  (29/3/2022).

Baca Juga: 6 Makanan yang Dapat Mengontrol Nafsu Makan

Tidak cuman itu, pemecatan Terawan juga dipicu sejumlah alasan. Salah satunya adalah pembuatan vaksin Merah Putih yang digagasnya.

Azmi pun menyayangkan hal itu. Ia menilai seharusnya Terawan beroleh pemberian atas temuan-temuan terbarunya di dalam kesegaran, bukan malah dikeluarkan berasal dari Idi.

“Metode yang ditemukan Terawan semestinya bisa jadi aset intelektual bangsa maka dari itu hal ini harus ditangani dan peran pemerintah dengan langkah cepat dan bijak,”  menyadari Azmi.

Lebih lanjut, Azmi mengamini jika Dokter Terawan memang diakui dokter yang miliki multi kemampuan di bidangnya. Hal itu seharusnya membawa dampak Terawan didorong untuk belajar lanjut.

Apalagi jika harus, Terawan sepatutnya diberi fasilitas laboratorium atau dibuat team terpadu untuk laksanakan penelitian di bidang yang ia temukan.

Tindakan itu dinilai sebagai solusi paling baik alih-alih melaksanakan pemecatan.

Baca Juga : Pria Juga Perlu Diet. Inilah Cara Diet Terbaik untuk Pria!

“Tentunya diberikan agunan berupa royalti atas hak kekayaan intelektual temuannya itu. Ini adalah solusi paling baik yang adil dan bijak untuk ditempuh, bukan segera dijalankan pemecatan,” saran Azmi.

Azmi mengingatkan IDI sebagai tempat tinggal bagi ilmuwan dan profesional. Sebab itu, IDI dinilai tidak bijaksana jalankan pemberhentian, lantaran punya faedah yang strategis, yakni menghimpun segenap potensi dokter berasal dari semua Indonesia.

“Idi juga berfungsi mempertahankan dan menambah harkat dan prestise dan juga kehormatan profesi kedokteran, mengembangkan pengetahuan ilmu dan teknologi kedokteran, terhitung tingkatkan kesegaran masyarakat Indonesia untuk menuju penduduk sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.