NU Punya 3 Sosok Nama Calon Presiden 2024, Ada Menteri, Gubernur, dan Ketua Umum Partai

Bosscha.id Nama – nama pejabat berikut ini masuk daftar tiga besar calon presiden (Capres) 2024 pilihan warga Nahdlatul Ulama (Nu).

Hal itu berdasarkan hasil penelitian Center for Strategic on Islamic and International Studies (Csiis).
Survei itu dikerjakan pada 1 April 2022.

 

Sesudah itu siapa saja? Berikut profil-profilnya:

1. Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, masuk di dalam daftar capres 2024 pilihan warga Nu.

Wanita kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965, ini sebelum jadi gubernur sempat menjabat sebagai Menteri Sosial Kementerian RI periode 2014-2018.

Ia juga udah bertahun-tahunan berkarier di DPR Ri, dikutip berasal dari khofifahindarparawansa.com.

Ia dulu jadi Pimpinan Komisi VIII DPR RI Komisi VIII berasal dari Fraksi Ppp, dan juga anggota Komisi II DPR RI Komisi Ii.

Khofifah juga dulu menjabat sebagai Ketua Komisi VI berasal dari Fraksi Pkb, anggota Komisi VII berasal dari Fraksi PKB pada 2006 sampai 2007.

Pada th 2004-2006 menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR Ri, year 2004-2006 menjabat Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR Ri, dan year 2006 menjabat sebagai anggota Komisi VII DPR Ri.

2. Abdul Muhaimin Iskandar

Pria kelahiran Jombang, 24 September 1966, ini dua periode menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Penduduk (Dpr) Republik Indonesia (Ri).

Pertama di jaman Presiden Megawati Soekarnoputri, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ditunjuk sebagai Wakil DPR RI jaman jabatan 2004-2009.

Kini di jaman Presiden Joko Widodo, di jaman jabatan Cak Imin th 2019 sampai 2024.

Ia mengemban jabatan itu semenjak dilantik pada 1 Oktober 2019.

Sebelum mejabat sebagai Wakil Ketua DPR Ri, Cak Imin dulu menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Penduduk (Mpr) RI jaman jabatan 2018-2019.

Dikutip berasal dari Wikipedia, sebelumnya lagi Cak Imin ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Sby).

Cak Imin juga merupakan Ketua Generik Partai Kebangkitan Bangsa (Pkb).

3. Erick Thohir

Menteri Badan Bisnis Milik Negara (Bumn), Erick Thohir, masuk didalam 3 besar calon presiden paling diminati atau favorit warga NU pada Pilpres 2024 mendatang.

Direktur Riset Csiis, Ali Muhtarom, menilai Erick mendapat elektabilitas berasal dari kalangan NU gara-gara sosoknya jadi representasi dan dipandang paling bisa bekerja serupa dengan NU “Baru”.

“Erick tetap mendapat area di kalangan NU dikarenakan dia adalah salah satu tokoh yang nisbi fresh, muda, dan berprestasi. Dengan tawaran program dan tampilan yang fresh,” kata Ali Muhtarom di dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/4/2022).

Pria kelahiran 30 Mei 1970 itu juga dikenal sebagai pengusaha dan filantropis Indonesia.

Sebelum jadi menteri, Erick Thohir merupakan seorang pengusaha dan pendiri Mahaka Group yang merupakan corporate orang tua berasal dari corporate yang mempunyai fokus pada usaha media dan entertainment, dikutip berasal dari wikipedia.

Semenjak 23 Januari 2021, Erick ditetapkan sebagai Ketua Generik Penduduk Ekonomi Syariah periode 2021-2024.

Ia mengakuisisi klub sepak bola yang berlaga di seri A yakni FC Internazionale Milano (Inter Milan) pada November 2013.

Erick Thohir dipercaya sebagai presiden klub ke-21 didalam 106 tahunan sejarah klub itu.

Seiring dengan itu, ia juga miliki klub sepak bola Amerika, DC United dan dulu sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Hasil Survei

Secara berurutan menurut data survei Csiis, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menempati posisi elektabilitas tertinggi, yakni di 18 %, Ketua Generik Pkb, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, 17,5 %, dan Erick menempati posisi ketiga dengan beroleh elektabilitas 13 %.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan pemilih NU yang diklaim mencapai 40 juta jiwa itu amat berbagai dan tidak terfokus pada satu sosok, layaknya ke Khofifah atau ke Muhaimin Iskandar saja tapi ke beragam tokoh.

Survei CSIIS dilaksanakan secara serentak di 118 kabupaten/kota di Pulau Jawa.

Melibatkan 600 orang yang terdiri berasal dari 300 unsur NU kultural yakni para kiai pesantren dan juga 300 responden berasal dari unsur NU struktural layaknya pengurus cabang Nu, PC Muslimat, dan PC GP Ansor.

Metode yang dipakai yakni semi-structure interview yang ditunaikan sehabis para tokoh NU selesai menunaikan salat Jumat, selagi margin of error berada di angka 2,5 prosen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.