Mengabdi 32 Tahun untuk Bisa Jadi ASN, Cerita Guru Honorer di Kota Cimahi

Bosscha.id Hallo Sahabat Bosscha. Kukis Priatny Ningrum (56) menangis haru ketika mencurahkan isi hatinya usai lolos seleksi Pegawai Pemerintahan bersama dengan Perjanjian Kerja (P3k) formasi tahunan 2021 di Kota Cimahi.

Guru asal Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Sedang, Kota Cimahi tersebut hadir dengan ratusan peserta lainnya untuk terima SK P3k terhadap Jumat (13/5/2022) di Gedung Cimahi Techno Park, Kota Cimahi.

Kukis mengaku tak menyangka pada akhirnya perjuangannya selama puluhan year jadi seorang guru honorer membuahkan hasil. Ia kini formal menanggalkan standing honorernya, dikarenakan udah jadi Aparatur Sipil Negara (Asn) kategori P3k.

“Saya udah 32 tahunan menjadi honorer, dan sekarang kelanjutannya dapat menjadi Asn. Alhamdulillah suka sekali,” ujar Kukis usai penyerahan Sk.

Baca Juga: Pelaku Mengimingi Uang Rp 10Ribu, Bocah 7 Tahun di Kota Bogor Jadi Korban Pelecehan Seksual

Ia jadi guru honorer semenjak th 1990-An dengan mengajar di salah satu sekolah dasar partikelir di Kota Cimahi.

Ketika itu ibu tempat tinggal tangga itu meraih upah Rp 100 ribu tiap tiap bulannya.

Meski dengan upah tak seberapa, ia nikmati perannya sebagai guru gara-gara tiap-tiap harinya bisa membagikan pengetahuan yang didapatnya selama kuliah di salah satu sekolah tinggi di Kota Cimahi.

Kukis pun memutuskan tingkatkan pengabdiannya dengan mengaja di sekolah lainnya.

Kondisi itulah yang membuatnya tak bisa memperoleh tambahan penghasilan berupa bonus berasal dari Pemkot Cimahi yang digagas semenjak lebih dari satu Tahun lalu.

Lantas ia mesti memilih satu di antara sekolah itu sehingga bisa memperoleh bonus tambahan.

“Saya milih selokah partikelir pas itu. Soalnya kan saya telah ikut sertifikasinya di sana,” tuturnya.

Layaknya kebanyakan tenaga honorer lainnya, Kukis terlampau ingin sekali diangkat jadi Asn. Tapi kesempatan itu tak kunjung singgah.

Ia mencobanya tahun 2013 ketika mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (Cpns) tapi gagal.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan eks Bupati Bogor Ade Yasin, Kasus Suap Terus Dikuliti

Ia tak menyerah begitu saja meski usianya sebetulnya udah tidak sangat mungkin jadi Pns. Skema baru jadi abdi negara pun dibuat pemerintah, agar th 2019 dibuka seleksi P3k.

“Tetapi saat itu gagal juga,” ucapnya.

Kesempatan lain singgah waktu seleksi P3k formasi tahun 2021 dibuka.

Sebetulnya Kukis tak begitu percaya mengingat usianya udah memasuki 56 th. Ia pesimis karena mesti bersaing dengan peserta lainnya yang jauh lebih enteng.

“Namun selanjutnya alhamdulillah bisa lolos meskipun sebetulnya awalnya enggak begitu percaya,” ujarnya.

Kukis kini punya selagi lebih kurang empat th untuk mengabdikan dirinya sebagai P3k, mengingat pada usia 60 tahun nanti ia wajib pensiun. Ia akan memanfaatkan siswa sementara ini untuk mengabdi kepada anak-anak di SDN Karangmekar Mandiri 1.

Kala itu, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta para ASN P3k yang baru saja diberikan SK ini untuk mirip-serupa mempertahankan sebutan baik instansi.

Tak hanya itu yang terpenting kata dia, mesti berkomitmen untuk mencerdaskan para peserta didiknya.

“Saya titip pesan, kudu berkomitmen menyalurkan ilmunya kepada peserta didik. Saya serahkan era depan anak cucu kami seluruh kepada bapak dan ibu guru,” imbuh Ngatiyana.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.