MASSA Teriak La IlaHa Ilallah Saat Menghajar Ade Armando, Ironisnya Terjadi di Bulan Suci Ramadhan

Bosscha.id Hallo Sahabat Bosscha. Demo mahasiswa di Gedung DPR RI ternoda oleh penganiayaan pada Ade Armando. Ironisnya, itu dijalankan di siang hari di bulan kudus Ramadan.

Bisa menjadi, tak cuman demo mahasiswa saja yang ternoda. Kesakralan bulan kudus ramadan juga ternoda oleh darah yang mengucur berasal dari paras Ade Armando gara-gara dianiaya.

Potongan video detik-detik sebelum Ade Armando dianiaya beredar.

“Buzzer, buzzer, bulan puasa, munafik, pengkhianat, penjilat. Menyadari anda,” teriak seorang emak-emak, di dalam suatu potongan video yang beredar.

Baca juga: Emak-emak Provokator dan Para Pengeroyok Ade Armando Teridentifikasi Polisi, Tinggal Diciduk

Di dalam potongan video lain, tampak massa udah memprovokasi. Ade Armando tampak membela diri. Tetapi berasal dari belakang, seorang pria menggunakan topi dan jaket hitam, tiba-tiba memukul kepala Ade Armando berasal dari belakang.

Sehabis itu, kondisi memanas. Berasal dari depan Ade Armando, tampak pria berpeci putih menggunakan jaket hitam menendang Ade Armando sampai dia kehilangan ekuilibrium.

Tampak dia dipegang seorang pria. Tetapi massa yang bringas tetap menganiaya sampai terjatuh tersungkur di aspal.

Tampak ada pelaku yang membuka paksa celanda Ade Armando. Setelah itu, massa memukul hingga menginjak Ade Armando.

Baca juga : KRONOLOGI Ade Armando Dikeroyok Massa Hingga Babak Belur, Diawali Provokasi Emak-emak

Di dalam potongan video lainnya, pas Ade tersungkur di aspal, massa tetap menganiaya. Lebih ironis lagi, massa beringas menganiaya sambil mengucap bait syahadat.

“La Ilaha Ilallah, La Ilaha Ilallah,” teriak massa. Tetapi lebih dari satu massa yang lain berusaha melerai.

Tampak pula Ade di jalan di dalam situasi udah tak berdaya dan cuman memakai celana didalam dengan paras babak belur.

Di potongan video lainnya, tampak menyadari menunjukan paras Ade Armando babak belur dan berdarah diapit dua polisi.

Mereka hendak mengamankan dan mengevakuasi akademisi UI itu. Ada puluhan polisi yang mengawal selagi Ade Armando dievakuasi.

Tetapi massa juga tetap menganiaya dan melempari polisi dengan batu.

“Anggota kita jalankan pengungsian, massa non mahasiswa bertambah beringas, menyerang anggota kita sampai terluka,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

“Enam anggota kita yang melaksanakan pengungsian, terluka,” katanya.

Berkenaan pelaku, Irjen Fadil Imran mengaku udah jelas bukti diri pelaku dan asal muasal kelompoknya.

“Untuk para pelaku, kita telah mengidentifikasi kelompoknya sekaligus orang-orangnya,” kata Fadil Imran.

Fadil mengultimatum para pelaku itu untuk sedianya menyerahkan diri ke kepolisian. Jika tidak, maka nantinya pihak kepolisian akan lakukan penangkapan.

Hanyalah saja Jenderal polisi bintang dua itu tidak membeberkan secara tentu bukti diri pelaku yang udah teridentifikasi itu.

“Besok barangkali kita akan lakukan upaya penegakkan hukum. Mengumumkan bukti diri pelaku. Jika tak menyerahkan diri kita akan tangkap,” tukas Fadil.

4 Identitas Pelaku

Warga Sukabumi terlibat penganiayaan Ade Armando sementara demo mahasiswa di Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebut, sejauh ini, pihaknya udah mengantongi empat bukti diri pelaku penganiayaan pada dosen Universitas Indonesia itu.

“Pertama atas sebutan Dhia Ul Haq, alamat Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kedua bernama Ade Purnama, alamat Kampung Cijulang, Cisarua, Bogor,” ujar Kombes Endra Zulpan di dalam keterangannya, Senin (11/4/2022).

Sesudah itu, kata dia, warga Sukabumi yang terlibat itu bernama Abdul Latip. Satu pelaku lainnya yakni Try Setia Budi Purwanto, warga Lampung.

“Itu adalah orang-orang yang udah kita identifikasi sebagai pelaku pemukulan pada Ade Armando,” kata Zulpan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.