Mahasiswa di Jogja Lakukan Pelecehan pada Anak 12 Tahun, Korban Dirayu dengan Kata-kata Manis

Bosscha.id Seorang mahasiswa tega lakukan rudapaksa pada anak berumur 12 year.

Moment itu berjalan di Kota Yogyakarta.

Pelakunya adalah seorang mahasiswa berinisial JN (12). JN tega laksanakan rudapaksa pada anak di bawah umur berusia 12 taun sebut saja Mawar.

Modus yang pelaku didalam melancarkan akasi bejatnya dengan merayu korban mengenakan kata-kata manis.

Baca juga: Mahasiswa se-Jawa Barat Akan Demo Serentak Hari Senin 11 April, Ada 5 Poin Tuntutan yang Diajukan

Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri mengatakan, kejadian itu berlangsung pada 16 Februari 2022 lalu.

Kala itu korban berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat mengikuti bimbingan studi ke tempat tinggal gurunya.

Kebetulan lokasi bimbingan studi itu berdekatan dengan tempat tinggal tersangka.

Orang tua korban mulai panik gara-gara jam pembelajaran udah selesai tapi korban tak kunjung pulang ke tempat tinggal.

“Orang tua korban berupaya menghubungi ponsel korban tapi tidak diangkat,” kata Apri, Jumat (8/4/2022) di Mapolresta Yogyakarta.

Orang tua korban kemudian menghubungi gurunya memberitahukan bahwa korban belum pulang ke tempat tinggal.

Padahal penuturan berasal dari guru itu korban udah berpamitan untuk pulang ke tempat tinggal sehabis pembelajaran selesai.

Orang tuanya lantas berpesan kepada guru pembimbing untuk mengecek ke tempat tinggal tersangka.

Alasannya gara-gara tersangka sering mengantar korban ke rumahnya seusai pembelajaran itu selesai.

“Tidak kerap mengantar korban namun sesekali waktu orang tuanya berhalangan. Kebetulan keluarga mereka udah saling kenal,” ujarnya.

Pas dicek ke tempat tinggal tersangka, guru korban kaget mendapati korban berduaan di tempat tinggal tersangka.

Ia sesudah itu meminta korban untuk pulang ke rumahnya.

Baca juga: Kamaru Usman Twitter Viral Video

Sesampainya di tempat tinggal, orang tua korban menanyakan korban apa saja yang dijalankan di tempat tinggal tersangka.

“Korban lantas mengaku bahwa ia main dan diajak tersangka masuk ke kamarnya dan juga dijanjikan dengan kata-kata manis untuk mau diajak berhubungan suami istri,” ungkap Apri.

Kala mengajak korban, tersangka merayunya dengan kata-kata manis.

Apri menyampaikan kata-kata yang dilontarkan tersangka kepada korban misalnya tersangka mengaku sayang dan bahagia pada korban dan mengajaknya untuk berhubungan badan.

“Tersangka mengaku baru sekali lakukan interaksi dengan korban,” paham April.

Ibu korban yang memahami aksi tersangka kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Pelaku ditangkap di kediamannya di wilayah Tegalrejo.

Atas masalah itu, polisi menyita sandang luar dan sandang di dalam korban, dan juga sandang luar dan sandang didalam pelaku.

Tak sekedar itu penyidik Unit PPA Polresta Yogyakarta juga mengamankan satu bantal berwarna biru yang diduga digunakan untuk alat bantu di dalam persetubuhan itu.

Baca juga: 5 Ciri Calon Istri yang Pintar Memuaskan Suami

Meski terbukti jalankan tindakan pelecehan seksual, tersangka JA mengelak sudah berhubungan badan dengan korban.

Lebih-lebih JA mengklaim bahwa dialah yang dipaksa oleh korban untuk berhubungan intim.

“Saya menyesal sudah kenal dengan korban dan kita tidak dulu lakukan interaksi suami istri. Saya juga mempunyai pacar. Saya pas itu juga cuman diam dan korban yang mobilitas,” ungkap JA waktu dihadirkan didalam jumpa pers.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.