Keberpihakan Media dalam Kontestasi Politik Nasional

Narasi Berwarna: Mengungkap Keberpihakan Media di Pusaran Politik Nasional

Dalam setiap kontestasi politik nasional, peran media massa tak dapat dipandang sebelah mata. Seharusnya menjadi pilar demokrasi yang netral dan objektif, namun pada kenyataannya, keberpihakan media seringkali menjadi fenomena yang terang-terangan dan memengaruhi opini publik secara signifikan.

Keberpihakan ini termanifestasi dalam berbagai cara: mulai dari pemilihan isu yang ditonjolkan (agenda setting), pembingkaian narasi (framing) yang condong pada satu kandidat atau partai, hingga pemilihan narasumber yang dominan mendukung pandangan tertentu. Media bisa membangun citra positif satu pihak sambil menyoroti sisi negatif pihak lawan, atau sebaliknya, menciptakan persepsi yang bias di benak pemirsanya.

Faktor pemicunya beragam. Kepentingan pemilik media yang berafiliasi dengan kekuatan politik tertentu, ideologi redaksi, tekanan politik dari luar, hingga pertimbangan komersial untuk menarik audiens dengan konten yang sensasional. Media, sebagai entitas bisnis, juga memiliki agenda dan kepentingan yang seringkali selaras dengan kekuatan politik tertentu, sehingga independensi murni menjadi tantangan besar.

Dampak dari keberpihakan ini adalah polarisasi informasi di masyarakat. Publik menjadi sulit mendapatkan gambaran utuh dan objektif, yang pada gilirannya bisa merusak proses pengambilan keputusan politik yang rasional. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu bersikap kritis, memverifikasi informasi dari berbagai sumber, dan menyadari bahwa setiap narasi media bisa jadi memiliki "warna" atau agenda tersembunyi. Memahami hal ini adalah langkah pertama menuju literasi politik yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *