Fakta Kasus Doni Salmanan, Uang Rp 500 Juta yang Disita Ternyata Masih Sisa, Disebut Kalah Trading Kripto

Bosscha.id – Hallo Sahabat Bosscha. Kini menjadi tersangka masalah penipuan binary option, fakta baru ternyata Doni Salmanan kerap kalah trading kripto.

Lebih-lebih terungkap fakta uang senilai Rp 500 juta yang disita polisi adalah uang residu yang dimiliki Crazy Rich Bandung itu.

Doni Salmanan sementara ini menjadi tahanan di Bareskrim Polri dan ditetapkan sebagai tersangka masalah binary option.

Tak hanya itu, harta kekayaan doni Salmanan Berasal dari trading binary option lewat aplikasi quotex juga turut disita oleh polisi.

Terbaru, polisi rupanya juga turut menyita aset doni Salmanan Hasil bermain kripto.

Baca juga: Indra Kenz Terlihat Diborgol, Gayanya Beda Banget, Berbaju Tahanan Berambut Cepak, Outfit Miliaran Hilang

Polisi menyebut sudah menyita aset Doni senilai Rp 500 juta yang merupakan residu aset kripto Doni Salmanan.

Hal itu diungkapkan oleh Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol.

“Telah kami sita, ada tinggal Rp 500 juta, telah kami sita. Tetapi, trading kripto. Dia pemain, beli-jual, beli-jual berasal dari itunya sih kalah, cuma residu Rp 500 juta,” kata Kombes Reinhard Hutagaol layaknya dikutip Tribunjatim.Com berasal dari Kompas.Com pada Rabu (23/3/2022).

Tak semulus kelihaiannya di binary option, Reinhard menyebut Doni sering kalah bermain kripto.

Supaya kini aset doni Salmanan Di kripto tinggal Rp 500 juta.

Padahal sebelumnya polisi menduga uang itu semula berjumlah miliaran rupiah.

Kendati demikian, kelihaian doni Salmanan Di dalam bermain kripto berbanding terbalik dengan kepintarannya didalam memanipulasi korban di binary option quotex.

“Iya, dia trading. Namun kayaknya sih saya melihat kalah mulu, beneran kalah. Jikalau trading beneran kalah. Jika nipu orang, menang dia,” kata Reinhard Hutagaol.

Diketahui, polisi juga telah memblokir dompet kripto milik istri doni Salmanan Supaya tidak bisa lagi diakses.

Sampai kini, pihak kepolisian masih tetap mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (Tppu) yang dikerjakan Doni Salmanan di dalam bentuk mata uang kripto.

Atas masalah hukumnya, Doni dijerat dengan Pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang (Uu) Berita dan Transaksi Elektronik (Ite), Pasal 378 Kuhp, dan juga Pasal 3 UU Nomor 8 Year 2010 perihal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Adapun Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri sempat mengungkapkan bahwa sebagai seorang afiliator, doni Salmanan Semata-mata bertugas untuk membawa dampak video di kanal Youtube King Salmanan.

Didalam video itu, doni Salmanan Ditampilkan seolah-olah mendapat uang miliaran rupiah berasal dari hasil bermain aplikasi quotex demi meyakinkan rakyat untuk turut bergabung.

“Dengan cara seolah-olah tersangka DS beroleh uang miliaran rupiah berasal dari hasil bermain trading valuta asing di web site quotex dan melaksanakan flexing (Pamer kekayaan) dengan maksud dan tujuan untuk meyakinkan kepada rakyat yang melihat Youtube, di dalam hal ini para member, untuk ikut bergabung dan bermain trading valuta asing di dalam web quotex,” papar Asep, Selasa (15/3).

Baca juga: Cara Untuk Mencari Berita Di Telegram

Pada kenyataannya, Doni sendiri tidak dulu melaksanakan trading di aplikasi quotex dan hanyalah jadi afiliator.

Aplikasi Quotex Disebut Asep tidak terdaftar di dalam Bappebti dan dinyatakan ilegal.

Menurut Asep, afiliator layaknya Doni akan mendapat imbal hasil ketika berhasil mengajak orang bergabung.

Laba yang didapat afiliator bisa mencapai 80 prosen jika membernya kalah, dan 20 % jika membernya menang.

Doni sendiri baru mulai jadi afiliator semenjak 15 Maret 2021.

Berasal dari hasil kejahatannya, doni Salmanan Yang sebelumnya berprofesi sebagai buruh harian tanggal itu berhasil mengumpulkan aset senilai Rp 64 miliar.

Dengan banyaknya korban praktik investasi bodong semacam ini, apa yang perlu diperhatikan oleh penduduk sebelum berinvestasi?

Bagaimana cara membedakan investasi bodong dengan yang original?

Direktur Kabar dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Septriana Tangkari, menjelaskan bahwa sistem investasi yang tidak terdaftar dan berizin tetapi menjanjikan laba besar sebaiknya dihindari.

“Salah satu cara untuk menghindari investasi bodong adalah dengan memicu planning investasi secara matang terlebih dahulu,” papar Septriana di dalam keterangannya, Rabu (16/3).

Septriana mengimbau penduduk untuk berhati-hati didalam memilih investasi.

Ia sesudah itu mengungkapkan karakteristik-karakteristik investasi ilegal yang patut diwaspadai.

“Antara lain memanfaatkan influencer, menjanjikan laba yang tidak wajar didalam selagi singkat, klaim tanpa atau minim risiko, menjanjikan keamanan aset dan agunan pembelian lagi, menjanjikan insentif berasal dari perekrutan anggota baru dan miliki legalitas yang tidak menyadari,” terangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.