Berita  

Masalah penyalahgunaan kewenangan serta kejernihan penguasa

Ketika Kuasa Buta, Nurani Bicara: Mengurai Penyalahgunaan dan Kejernihan Penguasa

Kekuasaan, layaknya pisau tajam, adalah amanah besar yang dapat digunakan untuk membangun atau merusak. Namun, kerap kali ia menjadi pedang bermata dua; di satu sisi melayani, di sisi lain menggoda untuk disalahgunakan. Di sinilah pentingnya kejernihan nurani seorang penguasa.

Penyalahgunaan Kewenangan: Kanker dalam Tata Kelola
Penyalahgunaan kewenangan adalah ketika otoritas yang diberikan tidak digunakan untuk kepentingan publik, melainkan demi keuntungan pribadi, golongan, atau untuk menindas. Ini adalah kanker yang menggerogoti keadilan, menghancurkan kepercayaan masyarakat, dan merusak fondasi demokrasi. Bentuknya beragam, dari korupsi dan nepotisme hingga praktik diskriminatif dan otoritarianisme terselubung. Akibatnya, sistem menjadi rapuh, hak-hak warga terabaikan, dan kesenjangan sosial kian melebar.

Kejernihan Penguasa: Kompas Moral Bangsa
Sebaliknya, kejernihan penguasa adalah kompas moral yang membimbing setiap langkah kebijakan. Wujudnya adalah transparansi dalam pengambilan keputusan, akuntabilitas yang tidak mengenal kompromi, dan integritas yang tak tergoyahkan. Penguasa yang jernih memahami bahwa kekuasaan adalah pelayanan, bukan hak istimewa. Mereka memprioritaskan kepentingan rakyat di atas segalanya, berani mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama, dan menjadi teladan dalam kejujuran serta keadilan. Nurani yang jernih menjadi benteng utama dari godaan penyalahgunaan.

Kesimpulan
Dua sisi mata uang ini—penyalahgunaan dan kejernihan—menentukan arah sebuah bangsa. Penyalahgunaan membawa kehancuran dan ketidakpercayaan, sementara kejernihan membawa kemajuan, keadilan, dan stabilitas. Maka, menuntut kejernihan dari para pemimpin adalah tugas kita bersama, sekaligus membangun sistem yang tidak memberi ruang bagi kegelapan kekuasaan, melainkan menerangi jalan dengan cahaya nurani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *