Politisi di Kursi Ujian: Mengukur Kinerja dari Janji Kampanye
Pemilihan umum adalah momen krusial di mana kita menyerahkan amanah kepada para politisi. Mereka datang dengan segudang janji dan program ambisius. Namun, pekerjaan sejati dimulai setelahnya: evaluasi kinerja mereka berdasarkan apa yang telah mereka ucapkan dan rencanakan.
Ini bukan sekadar formalitas, melainkan pilar utama demokrasi yang sehat. Mengapa penting? Pertama, untuk mencegah janji manis hanya sebagai alat meraup suara tanpa niat realisasi. Kedua, untuk membangun kepercayaan publik; ketika politisi memenuhi janjinya, kepercayaan rakyat meningkat. Ketiga, untuk memastikan arah pembangunan sejalan dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang telah dijanjikan.
Bagaimana kita melakukannya? Pertama, verifikasi janji: Apakah program yang dijanjikan benar-benar diimplementasikan atau sekadar wacana? Kedua, capaian konkret: Apa hasil nyata dari program tersebut? Apakah ada indikator keberhasilan yang terukur? Ketiga, dampak nyata: Apakah ada perbaikan signifikan dalam kehidupan masyarakat, sesuai target janji kampanye? Transparansi anggaran dan laporan harus menjadi tolok ukur utama dalam proses ini.
Pada akhirnya, evaluasi kinerja politisi adalah hak sekaligus tanggung jawab kita sebagai warga negara. Dengan menagih janji dan mengukur hasil, kita mendorong politisi untuk bekerja lebih serius dan akuntabel. Hanya dengan demikian, demokrasi kita akan semakin matang dan bermanfaat bagi semua.