Disdamkar Kab Bandung Targetkan Tambah 700 Relawan, untuk Apa?

Sejumlah personel Disdamkar Kabupaten Bandung berfoto di Mako Damkar Soreang. (Muhammad Fahri/Bosscha.id)

Bosscha.id – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupatan Bandung menargetkan 700 orang untuk bisa menjadi relawan pemadam kebakaran pada 2021 ini.

Saat ini, jumlah relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Bandung baru mencapai 300 orang. Itu pun sudah termasuk anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang tersebar di 31 kecamatan yang ada.

“Target tahun ini 1.000 orang untuk relawan. Berarti masih harus ditambah lagi 700 orang relawan lagi,” ujar Kadisdamkar Kabupaten Bandung, Sutarno Yono di Mako Damkar Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu 3 Februari 2021.

Relawan tersebut, lanjut Yono, nantinya juga akan melibatkan masyarakat. Kemudian, para relawan akan diberikan latihan-latihan dasar tentang penanganan kebakaran.

Dibutuhkan relawan, lanjut Yono, pasalnya relawan dapat mempermudah dan membantu tugas personel Damkar saat di lapangan.

“Relawan ini yang paling utama melakukan penanganan kebakaran saat petugas damkar belum tiba di lokasi. Istilahnya mereka memperpajang tugas kami di lapangan,” kata dia.

Dikatakan Yono, pada 2021 ini Disdamkar Kabupaten Bandung juga tengah mengajukan tambahan personel pekerja harian lepas (PHL), jumlahnya mencapai 100 orang.

“Idealnya sebetulnya 300 orang. Tapi karena mepet anggaran jadi 100 dulu. Semoga saat perubahan anggaran parsial kebutuhan personel berstatus PHL ini diakomodir,” ucapnya.

Yono berharap jumlah Pos Damkar di Kabupaten Bandung bisa bertambah. Saat ini jumlah Pos Damkar baru berjumlah 9 pos. “Ya idealnya tiap kecamatan 1 pos. Berharap ya bisa setiap kecamatan ada,” ungkapnya.

Baca Juga:   Flyover Padalarang Segera Dibangun, Begini Rekayasa Lalin di Sejumlah Titik

Penambahan personel Damkar sendiri kata Yono sangatlah penting. Mengingat tugas Disdamkar tak hanya berkutat pada penanganan kebakaran saja.

“Kami bukan hanya memadamkan api. Tapi juga penyelamatan dan kebencanaan membantu BPBD. Jadi penambahan personel sendiri memang sudah harus diprioritaskan,” jelas Yono.

Yono yang juga Ketua Asosiasi Pemadam Kebakaran Republik Indonesia (Apkari) Jawa Barat ini, juga berharap agar di tingkat provinsi di Indonesia didirikan Disdamkar.

Sebab, hal ini telah sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 18 Tahun 2020. Dimana Disdamkar di tiap provinsi bisa mandiri.

“Di Jawa Barat sendiri, kan, memang belum ada Disdamkar. Nah kamu mendorong dengan keputusan menteri itu. Alhamdulillah regulasinya ada untuk membentuk damkar di Jawa Barat. Cantolannya di BPBD,” pungkasnya.**

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password