UMK 2021 Naik, Perusahaan di KBB “No Problem”

Ilustrasi Bosscha.id

Bosscha.id– Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini tidak ada perusahaan yang meminta penangguhan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021. Semua pemilik perusahaan menepati kewajiban membayar upah pegawai terhitung sejak Januari sesuai dengan besaran UMK tahun 2021. 

” Meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun semua bisa berkomitmen menjalankan kesepakatan tersebut. Secara resmi tidak ada perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK 2021 ke Disnaker, kami pun terus berkoordinasi dengan pihak Apindo,” kata Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, KBB, Maman Sulaiman, Selasa 2 Febuari 2021.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah perusahaan di KBB ada sebanyak 1.634 perusahaan baik kecil, menengah, hingga besar. 

Diketahui, UMK KBB tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,27% atau sekitar Rp102.855,49 dari asalnya usulan buruh 8,51%. Dengan kenaikan itu maka UMK KBB tahun 2021 naik menjadi Rp3.248.283,28 dari asalnya tahun lalu sebesar Rp3.143.427,29. Persentase UMK itu hampir sama di wilayah Bandung Raya, dengan kenaikan berkisar 3-4%. 

Maman mengaskan, pihaknya akan memonitoring implementasi UMK tersebut. 

 “Kami ingin kesepakatan nominal UMK benar-benar dilaksanakan oleh seluruh perusahaan di KBB. Maka dari itu kami terus bekerja sama dengan SP/SB (serikat pekerja/serikat buruh),” ungkapnya. 

Meski demikian Maman mengatakan, kemungkinan ada juga perusahaan khususnya yang skala kecil atau rumah tangga, yang membayar gaji pekerjanya kurang dari UMK. 

“Bisa saja itu jadi persoalan karena kebanyakan adalah pegawai tidak tetap, terlebih saat ini sedang pandemi Covid-19.” Ucapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password