Covid-19 Tembus 2618 Kasus, Waspada! 4 Wilayah di KBB Ini Rawan Penyebaran Covid-19

Bosscha.id– Berdasarkan data Dinas Kesehatan, saat ini kasus COVID-19 di Bandung Barat mencapai 2618 kasus. Rinciannya 659 orang masih positif aktif, 1923 orang dinyatakan sembuh, dan 36 orang meninggal dunia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat Asep Sodikin menyebut wilayah penyumbang kasus Covid-19 terbanyak yakni wilayah perkotaan dan perbatasan lah yang terbanyak.

“Untuk kebanyakan kasusnya tersebar di beberapa daerah terutama Lembang, Padalarang, Cisarua, dan Ngamprah,” sebutnya Senin 25 Januari 2021.

Asep mengungkapkan, selama dua pekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bandung Barat, kasus Covid-19 justru terus mengalami lonjakan.

“Selama dua pekan, yang positif meningkat lebih banyak ketimbang yang sembuh. Cuma sekarang kita sedang mengkaji dari mana saja penularan kasusnya,” ungkapnya,

Asep menyebutkan, selama pelaksanaan PPKM tahap 1 sejak 11 sampai 25 Januari beberapa poin yang jadi fokus pengawasan seperti restoran, kantor, sekolah, pasar tradisional, minimarket, tempat ibadah, kegiatan masyarakat, dan transportasi diklaim jadi sumber penyebaran kasus Covid-19.

“Nanti kita akan kaji apakah dari 9 poin itu, yang jadi penyebab peningkatan kasus tertinggi yang mana. Nah di situ, baru kita akan perketat dan awasi lebih detail lagi,” tutur Asep.

Sementara soal PPKM, ada beberapa indikator yang terpenuhi oleh Kabupaten Bandung Barat sehingga harus memperpanjang pelaksanaan PPKM tahap 2 mulai 26 Januari sampai 8 Februari.

“Seperti tingkat kesembuhan KBB di bawah provinsi dan nasional. Penambahan kasus positif juga tinggi. Tiga indikator terpenuhi oleh KBB, jadi kita akan memperpanjang PPKM,” terangnya.

Pada pelaksanaan PPKM tahap 2 nanti Asep menyebut bakal lebih memperketat aturan yang wajib ditaati masyarakat termasuk mempertimbangkan pemberian sanksi.

“Sanksi ke masyarakat yang melanggar akan kita pertimbangkan, karena sebelumnya kan hanya menegur saja. Misalnya untuk PPKM tahap 2 ini ada sanksi sosial,” jelasnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password