Legislator DPR RI: Sekolah Tatap Muka Picu Kluster Covid-19

Bosscha.id

Bosscha.id– Rencana pemberlakuan sekolah tatap muka yang bakal digelar pada Januari 2021 dinilai bisa menjadi bom waktu yang memicu munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

Untuk itu, pemerintah daerah termasuk di Kabupaten Bandung Barat diminta ekstra hati-hati untuk mulai membuka kembali keran pembelajaran tatap muka bagi siswa sekolah di berbagai jenjang pendidikan.

“Pembelajaran tatap muka ini harus jadi pemikiran semua pihak. Mesti bener-bener aman, jangan sampai justru malah jadi klaster penyebaran baru,” kata Anggota Komisi X DPR RI Rian Firmansyah saat ditemui di Lembang, Ahad 3 Januari 2021.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka, harus dikaji secara mendetail.

Adapun menurut Rian, pelaksanaan pembelajaran tatap muka sendiri sejatinya tetap harus mempertimbangkan kondisi kekinian pandemi Covid-19 di daerah masing-masing.

“Apalagi muncul wacana akan menerapkan kebijakan sekolah tatap muka di pertengahan Januari 2021 ini. Intinya harus dikaji dulu yang matang,” terangnya.

Meski demikian Rian mengatakan, pembelajaran tatap muka memang efektif karena ada transfer knowledge dan value. Sementara pembelajaran jarak jauh banyak dikeluhkan orang tua dan dianggap tidak efektif. Tapi tidak elok jika harus memaksakan belajar tatap muka di tengah ancaman adanya varian baru Covid-19 yang sudah menyebar di sejumlah negara. 

“Kemendikbud harus jeli, berkomunikasi dengan Satgas Covid-19 membuat juklak juknis sekolah disaat pandemi. Khususnya di tataran siswa SD yang kontroling dan monitoringnya relatif sulit jika dibandingkan siswa SMP dan SMA,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password