Imbas Rapid Antigen Wisata Lembang Anjlok

Bosscha.id– Kunjungan wisatawan ke objek wisata di kawasan wisata Lembang pada libur Tahun Baru merosot tajam. Dari target 50 persen kunjunga, jumlah kunjungan wisatawan hanya mencapai 25 persen.

“Secara keseluruhan tingkat kunjungan wisatawan hanya mencapai 20 persen dari carrying capacity 50 persen yang ditetapkan pemerintah,” ungkap GM Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang Sapto Wahyudi, Senin 4 Januari 2021.

Sapto mengatakan salah satu alasan menurunnya jumlah kunjungan selain karena pandemi Covid-19, yakni aturan soal wajib test rapid antigen yang disyaratkan pemerintah. 

“Sehingga banyak wisatawan yang kontak dan mau datang, tapi mereka tanya dulu ada aturan harus tes rapid antigen tidak. Atau akan di cek di lokasi atau tidak. Akhirnya itu yang membuat wisatawan pikir-pikir buat liburan,” jelasnya. 

Wisatawan enggan dibuat ribet oleh aturan tersebut. Belum lagi jika memang harus melakukan tes rapid antigen mereka terpaksa mengeluarkan biaya lebih mahal ketimbang tiket ke objek wisata. 

“Mungkin mereka mikir kalau harus rapid antigen dulu bayar Rp 300 ribu perorang, satu keluarga ada 4-5 orang jadi berapa, pastinya mahal. Padahal tiket masuk ke objek wisata tidak semahal itu. Makanya mereka memilih menahan diri dulu tidak liburan,” jelasnya. 

Baca Juga:   Sebulan Lengser, Trump Berniat Kembali Maju Pilpres 2024

Hal senada disampaikan Manajer Operasional Lembang Park and Zoo Iwan Susanto. Dia mengatakan kondisi yang masih pandemi Covid-19 dan harus ada surat keterangan tes rapid antigen jadi membuat malas orang pergi ke luar kota.

“Kondisinya belum memihak ke pelaku wisata, wisatawan masih minim. Apalagi kalau ke luar daerah harus ada rapid antigen, orang jadi pikir dua kali, karena cost yang dikeluarkan jadi lebih mahal,” katana. 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password