2021 Bandung Barat Segera Terapkan Absensi Digital

Bosscha.id

Mewujudkan Good  government & Clean government

Bosscha.id-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus berinovasi dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang Good  government & Clean government. Diantaranya melakukan pembinaan terhadap pegawai dengan meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satunya dengan digitalisasi absensi pegawai di lingkungan Pemkab Bandung Barat melalui aplikasi Sistem Monitoring Absensi Real Time (Smart) atau epresisi mobile. Dimana setiap kehadiran bisa terdeksi sesuai wilayah kerja kedinasan pegawai secara cepat,  akurat dan tepat waktu.

“Aplikasi ini akan diterapkan di lingkungan Pemkab Bandung Barat mulai tahun depan. Dengan pengembangan sistem ini, kami harapkan dapat memudahkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan kegiatan absensi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB Asep Ilyas melalui Kasubid Pembinaan Pegawai, Yunita Nur Fadilla, Senin 8 Desember 2020.

Jika sebelumnya pada aplikasi epresisi absensi dilakukan menggunakan media mesin fingerprint yang disimpan di masing-masing perangkat daerah yang terhubung ke jaringan DISKOMINFOTIK KBB, saat ini akan dilakukan uji coba absensi melalui Aplikasi SMART yang dapat diunduh dimasing-masing smartphone seluruh ASN KBB. 

Adapun menurut Asep, ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemkab Bandung Barat dan menggurangi resiko kerusakan alat fingerprint.  Apalagi di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) karena pandemi Covid-19, merubah pola kerja ASN dengan mengacu pada protokol kesehatan.

“Ini juga upaya dalam mendukung misi ke 4 visi Bandung Barat AKUR yakni ewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik berbasis pengembangan tekhnologi informasi dan inovasi,” ungkapnya.

Bosscha.id

Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Pemerintahan pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bandung Barat (KBB) Bambang Wijanarko melalui Kepala Seksi Timmy Sampurna menjelaskan pembuatan aplikasi epresisi global ini dilatarbelakangi kondisi eksisting sistem absensi yang masih menggunakan metode finger print di setiap SKPD.

Termasuk hal ini, untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemkab Bandung Barat dan menggurangi  resiko kerusakan alat finger print, maka diciptakan sistem absensi yang terintegrasi melalui smartphone dan handphone apple tersebut.

 “Nanti aplikasi ini bisa didownload melalui play store oleh pegawai, dan akan terintegrasi dengan Simpeg  (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) BKPSDM, seperti nomor NIP. Sehingga setiap pegawai memiliki username sendiri,” katanya.

Baca Juga:   Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi ASN pada 2021

Adapun cara kerja aplikasi ini, lanjut dia, setiap pegawai yang memiliki username di aplikasi itu akan menunjukkan titik koordinat domisili tempat kerja. Sehingga bisa mengakomodir pegawai yang bekerja di lapangan atau pun dinas luar.  

“Setelah aplikasinya diinstal dan memasukan username, nanti akan ada verifikasi titik koordinat tempat kerja. Kemudian verifikasi kedua, pegawai harus mengupload foto selfie wajah, dan tidak bisa mengambil foto melalui galeri. Jadi pegawai tidak bisa mengisi absen disembarang tempat, karena sistem aplikasi ini mengharuskan pegawai mengisi absen melalui smartphone miliknya sesuai koordinat dan foto dimana mereka bekerja ,” paparnya.

Meski demikian penerapan aplikasi Smart ini, kata Bambang, masih menjadi kendala yakni sosialisasi terhadap tujuh ribu lebih ASN yang tersebar di seluruh wilayah KBB, termasuk guru. Sehingga jika aplikasi ini diberlakukan, harus ada sosialisasi yang komprehensif terutama di satuan pendidikan yang memiliki ribuan ASN. 

“Sementara ini masih menggunakan sistem finger print yang dibuat sejak tahun 2019. Dan sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan ASN. Biasanya  sebelum pemberlakuan finger print,  jam 9 pagi itu masih banyak pegawai yang belum masuk, kini  jam 7 pagi mereka sudah mulai masuk,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bambang berharap aplikasi ini bisa diterapkan di lingkungan Pemkab Bandung Barat mulai tahun depan. Namun, hal itu tergantung kesiapan dari BKPSDM yang menjadi leading sektor dalam pembinaan pegawai. 

“Sekarang aplikasi ini masih dalam tahap uji coba. Kami hanya memfasilitasi saja, nanti pihak BKPSDM yang akan menjalankan sistem aplikasi ini,” pungkasnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password