Di Era Covid-19 Tenaga Sanitarian KBB Dapat Pelatihan Khusus

Petugas sanitarian Kabupaten Bandung Barat mendapat pendidikan dan pelatihan khusus di Lembang.

Bosscha.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) berupaya untuk meningkatkan pengembangan kompetensi petugas sanitarian lingkungan melalui pendidikan dan pelatihan. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan lingkungan bersih, sehat dan masyarakat sehat secara mandiri di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat Asep Ilyas melalui Kabid Pengembangan dan SDM Aam Wiriawan, mengungkapkan pelaksanaan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga sanitarian tersebut telah diikuti 40 peserta yang terdiri 32 petugas sanitarian puskesmas dan 8 orang sanitarian rumah sakit.

“Tujuannya guna mendukung SDM Kesehatanyangunggul. Tentu kami berharap kegiatan yang dilaksanakan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini juga dapat mencagahdan penanganan kebencanaan secara efisien dan optimal,” ungkapnya, Rabu 11 November 2020.

Menurut Asep, upaya mitigasi dan penyelenggaraan penanggulangan bencana ini perlu dilakukan. Terlebih kata dia, sanitarian merupakan salah satu unsur tenaga kesehatan dasar (basic) yang memiliki tugas fungsi selaras dengan upaya pencegahan kebencanaan melalui pengawasan kualitas lingkungan, penyehatan pengawasan serta pemberdayaan masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam penanggulangan bencana (pra bencana, saat tanggap darurat dan pasca bencana).

“Peningkatan kompetensi sanitarian dan petugas kesehatan lain dalam meminimalisir  risiko serta dampak bencana melalui penilaian risiko dan tata laksana pencegahan bencana,” terangnya.

Infografis: Bosscha.id

Asep mengatakan, kekhawatiran meningkat sejalan dengan meluasnya penularan Covid-19 di sejumlah daerah. Sebab, pandemi Covid-19 merupakan darurat kesehatan yang bersifat langsung. 

“Langkah-langkah untuk menyikapi pandemi ini juga berdampak langsung kepada pasar, pasokan (produksi barang dan jasa), permintaan (konsumsi dan investasi) dan dunia kerja,” katanya.

Asep juga mengatakan ruang lingkup program kesehatan lingkungan yaitu program penyehatan air dan sanitasi dasar, program penyehatan pangan, program penanganan limbah dan radiasi, serta program penyehatan udara, tanah, dan kawasan. 

“Protokol kesehatan dalam rangka adaptasi new normal di institusi pendidikan, tempat rumah ibadah, industri, tempat kerja sektor jasa dan perdagangan (area publik), perkantoran, tempat pengelolaan makanan, serta tempat-tempat umum.  Semua tentu harus jadi perhatian pada saat Covid-19 ini ,” bebernya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password