Alasan China Belum Mau Beri Selamat ke Joe Biden

Bosscha.id-China mengungkapkan alasan mengapa Presiden Xi Jinping belum memberi selamat kepada Joe Biden sebagai presiden terpilih Amerika Serikat.

China mengatakan hasil pemungutan suara PIlpres AS 2020 masih belum ditentukan.


Dikutip Bosscha.id dari CNN Indonesia, Tiongkok bersama sejumlah negara besar termasuk Rusia dan Meksiko masih belum memberi ucapan selamat kepada Biden. Beijing mengatakan pihaknya telah “memperhatikan bahwa Biden menyatakan dirinya adalah pemenang pilpres”.

“Pemahaman kami adalah bahwa hasil pemilihan akan ditentukan sesuai dengan hukum dan prosedur AS,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin kepada pers pada briefing reguler, Senin (9/11).
 
“Kami berharap pemerintah AS yang baru dapat bertemu dengan China,” ujarnya seperti dikutp dari AFP.
 
AS di bawah pemerintahan Trump ditandai dengan perang dagang dan hubungan yang semakin dingin dengan China. Dua negara adidaya itu telah berselisih di berbagai bidang, dengan AS menuduh China atas pandemi Covid-19 hingga catatan hak asasi manusia di Xinjiang dan Hong Kong.
 


Meski banyak para pemimpin negara telah memberikan selamat kepada Biden-Harris, tapi Presiden Donald Trump tampaknya belum menyerah dan telah menyerukan beberapa gugatan hukum.
 
Namun sejumlah pengamat sebelumnya menilai China akan lebih senang jika Trump kembali memenangkan pilpres.

Baca Juga:   Penerimaan Delapan Sektor Pajak di KBB Turun

Kemenangan Trump dianggap justru sangat menguntungkan bagi China. Karena kepemimpinan AS di bawah Trump dinilai akan menurunkan persaingan negara adidaya tersebut.

Presiden China Xi Jinping diketahui tengah berusaha untuk memperkuat kebangkitan Tiongkok sebagai negara adidaya.

Menurut pengamat, Beijing khawatir karena Biden kemungkinan akan memperbarui kepemimpinan Amerika di bidang hak asasi manusia, menekan China pada masalah Uighur, Tibet, dan kebebasan di Hong Kong.

“Biden kemungkinan akan lebih tangguh daripada Trump dalam masalah hak asasi manusia di Xinjiang dan Tibet,” kata pengamat politik dan hubungan internasional Universitas Bucknell Zhu Zhiqun.

Trump sendiri menolak mengakui kekalahan dan menuduh Demokrat memperoleh kemenangan dengan jalur curang.
 
“Sejak kapan Lamestream Media menentukan siapa presiden kita selanjutnya?,” cuit Trump di Twitter pada Minggu (8/11).

Source: CNN Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password