Penduduk AS Semakin Gelisah Menanti Nama Presiden Baru

[Bryan Woolston / Reuters]

Bosscha.id-Hasil pemilihan umum presiden Amerika Serikat 2020 yang tak kunjung diumumkan membuat penduduknya harap-harap cemas menunggu nama presiden barunya.

Para penduduk AS telah menunggu tiga hari sejak pemungutan suara. Namun, hasil tak kunjung diumumkan karena masih menantikan penghitungan suara di beberapa negara bagian.

Negara bagian Georgia bahkan berencana melakukan penghitungan ulang.

Para pemilih dari kedua belah pihak telah begadang, bangun pagi, berdoa, berharap, sambil menyaksikan angka penghitungan suara di televisi yang belum berubah dalam beberapa jam terakhir.

“Saya terus menyaksikan perkembangan di televisi. Saya tidur hanya empat jam,” kata Rosemary Gabriel, warga Atlanta seperti dikutip CNN Indonesia.

Kegelisahan juga dirasakan Joel Medina asal Rowlett, Texas, yang untuk pertama kali dalam 44 tahun hidupnya memberikan suara dalam Pemilu.

Pada awal pekan ini, ia memberikan suaranya kepada petahana, Donald Trump.

“Saya merasa seperti ada yang direnggut dari saya,” tuturnya.

Seperti dilansir New York Times, pendukung Biden asal Louisville, Shanna Davidson, mengatakan merasa lega telah memberikan suara kepada calon presiden dari Partai Demokrat tersebut walau kini harus gelisah menantikan hasil.

“Saya hampir mengalami gangguan saraf,” ungkap Shanna.

Di sisi lain, Dolores Selico asal Los Angeles yang memberikan suaranya kepada Joe Biden mengungkapkan dirinya hanya berdoa dan menyatakan yang akan terjadi adalah kehendak Tuhan.

Berdasarkan hasil sementara hingga Sabtu (7/11) pagi waktu Indonesia, Biden masih memimpin Pilpres AS 2020.

Baca Juga:   Polda Jabar akan Panggil Rizieq Shihab

Biden, yang saat ini memiliki 253 suara elektoral, hanya membutuhkan setidaknya 17 suara elektoral tambahan untuk mencapai angka kemenangan 270.

Hal tersebut membuat beberapa pendukungnya sudah mulai berpesta. Salah satunya adalah Susan Macovsky asal Pennsylvania yang sudah mulai membeli minuman untuk merayakan hal tersebut.

Begitu pula beberapa warga, termasuk Bernadette Golarz, yang sudah mengadakan pesta dan menari di depan Pennsylvania Convention Center.

Pennsylvania menjadi salah satu negara yang amat dinantikan saat ini karena bisa menjadi penentu kemenangan salah satu calon.

Apalagi, jarak selisih Biden dengan Trump yang sempat menguasai Pennsylvania semakin menyempit menyusul penghitungan surat suara melalui pos telah dimulai.

Pennsylvania memiliki kuota 20 suara elektoral. Sedangkan Biden saat ini hanya tinggal membutuhkan 17 suara elektoral untuk memenangkan Pemilu 2020.

Sementara itu, Trump mengantongi 213 suara elektoral dengan menguasai suara di Alaska dan North Carolina.

Source: CNN Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password