Opini: Habib Rizieq Shihab, Arab Saudi dan FPI

Bosscha.id

Penantian yang disertai kesabaran dan ketulusan niscaya akan berbuah manis. Nampaknya, inilah yang sedang dirasakan oleh segenap anggota Front Pembela Islam (FPI) di seluruh penjuru negeri. Pasalnya pemimpin besar mereka, Habib Rizieq Shihab (HRS) akan segera pulang dalam waktu dekat ini.

Lebih dari tiga tahun sudah HRS meninggalkan Indonesia dan tinggal di Arab Saudi, dan kini akhirnya dikabarkan bakal segera pulang dan mengakhiri masa perantauannya. Berita perihal kepulangan Imam besar FPI ini disampaikan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) melalui sebuah siaran pers resmi yang dirilis pada Selasa, 13 Oktober lalu.

HRS telah mengantongi tiket pesawat menuju Jakarta pada Senin, 9 November 2020 mendatang. “Kami sekeluarga akan terbang dari Kota Jedah [Arab Saudi] menuju Jakarta langsung yaitu pada hari Senin tanggal 9 November tahun 2020, jam 19.30 waktu Saudi dengan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SP8816,”ujarnya seperti dikutip dari YouTube Front TV, Rabu (4/11/2020).

Berita tentang kepulangan HRS ini tentu saja menjadi kabar yang menggembirakan bagi segenap anggota FPI. Maklum saja, sudah berkali-kali HRS gagal pulang ke Indonesia sehingga dalam setiap aksi unjuk rasa yang diikuti oleh FPI, ia hanya hadir melalui video conference.

Tanda-tanda kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia pada akhirnya mulai terdengar jelas sejak akhir tahun 2019 lalu. Saat itu, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan bahwa Habib Rizieq akan pulang ke Indonesia pada tahun 2020.

Kabar bahwa Habib Rizieq akan pulang dalam waktu dekat mulai santer beredar setelah Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis, yang menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia untuk memimpin Revolusi.

Dalam demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu, di atas mobil komando, Shabri Lubis berkata, “Imam besar Habib Rizieq Shihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi!”

Revolusi ala Habib Rizieq Shihab

Santer beredarnya kabar tentang kepulangan HRS untuk melakukan Revolusi, tentu semakin memantik semangat saudara-saudara FPI yang sudah kebelet ingin revolusi. Kata “revolusi” memang terkesan cukup mengerikan, terlebih jika disematkan pada sosok HRS yang bisa memobilisi massa cukup besar ini.

Namun, sebelum memikirkan lebih jauh tentang revolusi dengan skala besar atau revolusi akhlak yang digembar-gemborkan oleh kawan-kawan FPI ini, ada baiknya mereka harus sadar terlebih dulu bahwa Habib Rizieq sebenarnya sudah melakukan beberapa revolusi. Baik sebelum “hijrah”-nya ke Arab Saudi, maupun ketika Ia masih dalam masa-masa hijrahnya itu.

Revolusi-revolusi ini bahkan sangat fundamental dampaknya hingga kini. Demi mengingatkan kawan-kawan FPI kembali betapa berpengaruhnya Habib Rizieq dalam revolusi tersebut, mari kita buka kembali memorabilia terkait Sang Imam Besar.

Di bidang hukum, HRS merupakan sosok tokoh yang revolusioner. Pasalnya, dari sekian banyaknya pimpinan organisasi atau jamaah umat muslim di negeri ini yang pernah tersandung dengan perkara hukum, nampaknya jarang bahkan tak ada yang bisa menandingi rekor HRS.

Seperti dilansir mojok.co, terhitung dari tahun 2016 saja, Habib Rizieq terjerat 9 kasus yang 8 di antaranya tak dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Bahkan dari 1 kasus yang tersisa itu pun tidak pernah berlanjut, bahkan ketika status HRS sudah menjadi tersangka.

Baca Juga:   Manajem Bhayangkara FC Larang Pemainnya Main Tarkam

Mulai dari kasus penodaan simbol negara Pancasila, sentimen SARA pada ceramah yang menyebut kata “campur racun”,  tudingan mata uang baru yang berlogo palu-arit tanpa bukti, dan yang terakhir laporan soal dugaan chat yang memiliki unsur pornografi.

Hanya pada kasus chat pornografi ini kasus HRS sempat berlanjut pada tahap penetapan tersangka. Sayangnya, ketika sedang dalam proses hukum tersebut HRS sudah lebih dulu ada jadwal untuk berangkat umrah. Dan seperti yang sudah-sudah kasus itu pun terkantung-kantung tanpa ada kejelasan karena Habib Rizieq memilih tetap tinggal di Arab pasca melaksanakan ibadah umrah.

Yang lebih ajaibnya lagi, pihak kepolisian kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Pihak kepolisian mengaku penghentian kasus ini karena pihak pengupload tidak kunjung ditemukan.

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kasus yang pernah menjerat frontman grup musik Noah, Ariel yang terjerat kasus yang hampir sama seperti kasus HRS. bedanya, kala itu pihak kepolisian bertindak cepat dengan menetapkan Ariel sebagai tersangka dan dalam proses hukum, jamaah FPI mendesak agar Ariel segera dipenjara, dan benar saja Ariel kala itu dijebloskan ke penjara.

Perbedaan sikap hukum terhadap kedua kasus ini, terutama SP3 yang diberikan Habib Rizieq, tanpa ada pembuktian apakah dalam chat itu benar-benar HRS atau bukan, mungkin tidak dimaksudkan untuk tebang pilih dalam proses hukum di negara kita tercita ini, mungkin ini Revolusi yang sedang dilakukan HRS dalam dunia hukum.

Tak berhenti hanya di bidang hukum, HRS pun sudah terbukti sebagai sosok yang visioner di ranah teknologi. Jika kita flashback satu tahun kebelakang, pada saat milad FPI bulan Agustus 2019 lalu, pada saat Habib Rizieq di Arab Saudi. Hal ini membuat FPI dan semua organisasi yang berafiliasi dengannya, dipaksa harus memutar otak untuk mencari cara agar bisa tetap terhubung dengan sang Imam Besar pada saat perayaan milad FPI ke-21 tahun lalu.

Dan melalui platform video conference, Habib Rizieq pun akhirnya bisa menyapa jamaahnya di Indonesia, tanpa harus susah-susah pulang ke tanah air. HRS pun tetap bisa berdakwah di hadapan jamaahnya meskipun secara virtual.

Simsalabim, seperti yang kita tahu, pada saat situasi pandemi seperti saat ini, media video conference ini ternyata menjadi tren. Semua orang kini mulai terbiasa menggunakan video conference baik untuk meeting pekerjaan, sekolah, atau kuliah. Bermula dari HRS kini hal itu diikuti oleh jutaan orang di negeri ini, betapa revolusionernya beliau bukan?.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password