Sejarah 31 Oktober: Lika-liku Pahatan Wajah 4 Presiden Amerika di Gunung Rushmore

Shutterstock

Bosscha.id – Bicara soal Amerika, tentu banyak sekali tempat yang menjadi ikon negara adidaya tersebut. Salah satunya adalah Gunung Rushmore, tempat ini menjadi salah satu ikon terkenal di Amerika Serikat yang berupa gunung dengan ukiran empat kepala presiden Amerika Serikat. 

Empat kepala tersebut adalah George Washington (1732–1799), Thomas Jefferson (1743–1826), Theodore Roosevelt (1858–1919), dan Abraham Lincoln (1809–1865)—yang dimunculkan dari batu granit, dengan ketinggian 1,745m di atas permukaan laut, di Black Hills, South Dakota.

Wajah kaku ini masing-masing memiliki tinggi 18,2 meter yang dipahat oleh seorang seniman Denmark-Amerika yang bernama Gutzon Borglum, ia memulai proyeknya dari tahun 1927 sampai 1941. Selama pelaksanaan dan pengawasan proyek ini Ia dibantu putranya, Lincoln Borglum.

Seorang sejarawan South Dakota, Doane Robinson, adalah orang pertama yang memiliki gagasan untuk mengukir wajah orang terkenal di Black Hills. Tujuannya ialah untuk mempromosikan pariwisata di daerah tersebut. Gagasan awal dari proyek ini sebetulnya adalah mengukir di bagian gunung yang disebut Needles. Namun Gutzon Borglum menolaknya karena kualitas granit di sana kurang baik, gagasan itu pun ditentang oleh kelompok-kelompok penduduk asli Amerika.

Akhirnya mereka memilih lokasi Gunung Rushmore, yang juga memiliki keuntungan karena menghadap ke tenggara sehingga memperoleh paparan sinar matahari secara maksimal. Robinson semula menginginkan untuk menampilkan pahlawan-pahlawan western seperti Lewis dan Clark, Red Cloud, dan Buffallo Bill Cody, namun lagi-lagi Borglum menolaknya. Ia berpdendapat bahwa ukiran harus lebih bersifat nasional.

Lalu disepakatilah wajah keempat presiden tersebut untuk diukir di gunung. Dibantu 400 asistennya -baik itu penambang, pemanjat tebing, dan pematung- mulai bekerja menggunakan alat pahatan dan dinamit untuk meledakkan 410.000 ton batu dari bukit.

Setelah mengamankan pendanaan melalui sponsor yang antusias dari “pelindung politik besar Gunung Rushmore”, Senator Peter Norbeck, pembangunan dari ukiran ini dimulai pada tahun 1927, dan wajah para presiden yang diukir ini rampung antara tahun 1934 sampai 1939.

Dimulai dari selesainya wajah George Washington pada tahun 1934 sedangkan wajah Jefferson -yang memerlukan upaya kedua memotong batu yang ternyata tidak terlalu stabil—baru selesai dua tahun kemudian. Abraham Lincoln, yang pemahatan janggutnya menjadi tantangan tersendiri, selesai pada tahun 1937, sedang Teddy Roosevelt dapat melihat lewat kacamata granitnya pada tahun 1939.

Baca Juga:   Sri Mulyani: Youtuber Jangan Lupa Bayar Pajak

Sementara Borglum sedang sibuk bekerja, Kongres menolak RUU yang ingin menambahkan Susan B Anthony—tokoh pembaharu masyarakat dan pegiat wanita, ke kuartet presiden tersebut. Walau profil Anthony sempurna untuk dijadikan patung, Borglum tidak suka gagasan itu.

Borglum punya visi besar untuk Gunung Rushmore yang melampaui pahatan kepala empat orang presiden. Ia ingin membangun sebuah ruangan yang dinamai Hall of Records di belakang kepala Lincoln yang akan digunakan untuk menyimpan beberapa dokumen terpenting Amerika.

Ruangan itu berukuran tinggi 80 kaki (24 meter) dan panjang 100 kaki (30 meter). Ia membayangkan akan ada lemari kuningan yang menyimpan Declaration of Independence dan Konstitusi.

Sayangnya, rencana ini tak pernah selesai kendati pekerja telah membangun ruang sepanjang 70 kaki (21 meter). Borglum meninggal di tengah pengerjaan proyek ini yaitu pada Maret 1941. maka pengerjaan proyek ini diambil alih puteranya Lincoln Borglum. Walaupun konsep awal bermaksud mengukir setiap presiden itu dari kepala sampai pinggang, namun karena ketiadaan dana terpaksa proyek ini dihentikan pada 31 Oktober 1941, tepat hari ini 79 tahun silam.

Seluruh proyek pengerjaan ini menelan biaya USD 989.992 yang bila disesuaikan dengan laju inflasi hari ini jumlahnya mencapai USD 17 juta. Gunung Rushmore juga mengalami renovasi yang menelan biaya USD 40 juta (Rp 558 miliar) pada 1991.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password