Sejarah 23 Oktober: Pele, Sang Raja Sepakbola Brasil yang Berhasil Mencuri Perhatian Dunia

Shutterstock

Bosscha.id – Siapa yang tak kenal dengan legenda sepakbola dunia satu ini, Pele yang memiliki nama asli Edson Arantes do Nascimento, merupakan pemain sepakbola legendaris asal Brasil. Pele merupakan penyerang dan disebut sebagai pemain sepakbola terbaik dunia sepanjang sejarah.

Pele lahir pada tanggal 23 Oktober 1940, tepat hari ini 80 tahun lalu. Pele tercatat pernah membela klub Brasil, Santos dan di akhir karirnya ia pun sempat membela New York Cosmos.

Namun, dibalik semua catatan sejarah tentang kegemilangan dirinya. Ada pula yang menyebut bahwa Pele juga merupakan salah satu produk hoax terbaik sepanjang masa. Sutradara Johan Lofstedt, melalui film Konspiration 58, yang dirilis pada 29 Mei 2002, mungkin akan membuat kita mengamini pedapat tersebut.

Ini bukan tentang betapa anggunnya Pele mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Pele tetaplah Pele yang “punya kemampuan menendang, fisik, mengontrol bola, mendikte permainan, melakukan manuver, tidak egois”. Begitulah yang diungkap oleh mantan pelatihnya di Santos, Lula.

Pele, seberapa seringpun coba dibandingkan dengan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tetaplah pesepakbola brilian. Oleh sebab tiga gol yang dia cetak kala melawan Benfica dalam Final Piala Interkontinental 1962, pemerintah Brasil menetapkan keesokan harinya sebagai libur nasional.

O Rei. Sang Raja. Begitulah makna Pele di mata rakyat Brasil. Maka, tepatlah jika kepalanya dilingkari mahkota setelah membawa Selecao juara Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Pele kecil mungkin tidak pernah menyangka akan dinobatkan sebagai `raja` oleh warga Brasil. Dia hanyalah seorang anak muda yang lebih gemar bermain sepakbola ketimbang belajar di sekolah. Kebetulan, ayahnya adalah mantan pemain semi-pro.

Pele lahir di bawah garis kemiskinan. Dia bahkan sering menggunakan gulungan kaus kaki untuk ‘bermain sepakbola’. Hanya karena keluarganya pindah dari kota kecil Tres Coracoes, Minas Gerais ke Bauru, Sao Paulo lah bakatnya tercium oleh Waldemar de Brito.

Mantan anggota Tim Nasional Brasil pada Piala Dunia 1938 itu tengah melatih kesebelasan lokal, AC Bauru, kala melihat keajaiban bernama Pele. Dia pun memutuskan membawanya bergabung dengan Santos pada 1956.

Dua tahun pertamanya bersama Santos sudah cukup membuat Pele jadi pembicaraan nasional. Dia menjadi top skor liga pada 1957. Pencapaian tersebut kembali diulangi pada musim berikutnya, bahkan disempurnakan dengan titel juara. Performa yang diganjar hadiah berupa tiket ke Piala Dunia 1958 bersama tim nasional.

Bagi warga Brasil, keputusan pelatih Vicente Feola membawa Pele, yang baru berusia 17 tahun, ke Swedia tentu bukan keputusan aneh. Tetapi tidak demikian menurut dunia. Informasi seputar dunia sepakbola internasional masih sangat terbatas.

Brasil pun sukses menjadi juara dunia usai mengalahkan Swedia 5-2 di final. Pele mencetak 6 gol sepanjang turnamen serta menjadi pemain terbaik kedua turnamen dan pemain muda terbaik Piala Dunia 1958. Pele kemudian memperkuat Brasil di ajang Copa America 1959. Ia menjadi top skor dan pemain terbaik Copa America meski Brasil hanya menjadi runner up.

Baca Juga:   ASN KBB Harus Menguasai Birokrasi Era Digital

Di Piala Dunia 1962, Pele harus absen setelah pertandingan kedua karena cedera. Padahal saat itu Pele sudah berstatus salah satu pemain terbaik dunia. Meski tanpa Pele di sisa turnamen, Brasil sukses mempertahankan gelar juara dunia dan Pele meraih trofi Piala Dunia keduanya. Sementara di Piala Dunia 1966, Brasil malah terpuruk dan langsung tersingikir di babak awal. Pele hanya mampu mencetak 1 gol di edisi 1966.

Piala Dunia 1970 pun kembali menjadi panggung kejayaan bagi Pele dan timnas Brasil. Timnas Brasil di tahun 1970 memang dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa. Selain Pele, juga ada nama-nama seperti Garrincha, Jairzinho, Rivelino, Gilmar, Carlos Alberto dan Djalma Santos. Brasil sukses menjadi juara dunia dimana Pele menjadi pemain terbaik Piala Dunia. Pele pun menjadi pemain pertama dan satu-satunya yang berhasil meraih 3 gelar juara Piala Dunia. Total ia menorehkan 92 caps bersama timnas Brasil dan mencetak 77 gol, rekor terbanyak untuk timnas Brasil.

Pele pun menerima banyak rekor dan penghargaan pribadi sepanjang karirnya. Jika dihitung dengan pertandingan persahabatan, total Pele telah mencetak 1281 gol dari 1363 pertandingan. Ia pun jadi pemain dengan gol terbanyak dalam sejarah sepakbola dunia. Di era Pele, penghargaan Ballon d’Or hanya diperuntukkan pemain di liga-liga Eropa. France Football selaku otororitas utama Ballon d’Or kemudian melakukan evaluasi pemenang untuk memberi kesempatan pada pemain di luar liga Eropa, Pele berhak meraih 7 trofi Ballon d’Or di tahun 1958, 1959, 1960, 1961, 1963, 1964 dan 1970, sebuah rekor dalam penghargaan Ballon d’Or.

Dengan 12 gol di Piala Dunia, ia menjadi top skor ke-5 sepanjang sejarah piala dunia. Pele juga jadi satu dari hanya tiga pemain yang mampu mencetak gol di 4 edisi Piala Dunia berbeda (1958-1970). Bersama dengan Diego Maradona dari Argentina, Pele kerap dianggap sebagai pemain terbaik dunia sepanjang masa serta salah satu atlet dan publik figur paling berpengaruh sepanjang masa.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password