Disnakertrans KBB: Program Padat Karya untuk Bantu Korban PHK Terdampak Covid-19 Berjalan Lancar

Bosscha.id–  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandug Barat memastikan program pelatihan Padat Karya dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bagi pekerja yang terkena PHK dan petani akibat Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat berjalan maksimal. 

“Secara progres program ini sudah berjalan lancar. Petani misalnya mereka bisa mengoptimalkan traktor saat pengoperasian untuk mempersiakan lahan tanam dan budidaya pertanian,” ujar Kepala Disnakertans KBB Iing Solihin, Jumat 23 Oktober 2020.

Setidaknya ada sebanyak 8 paket pelatihan dari program Padat Karya ini. Terdiri dari 2 paket pengoperasian traktor untuk mempersiapkan lahan tanam, 3 paket pembudidayaan bibit sayuran, dan 3 paket pembudidayaan edamame.

Menurutnya dengan berhasilnnya program padat karya ini, maka kemungkinan Pemkab Bandung Barat siap menyediakan lahan agar bisa dimanfaatkan. Adapun ia menyebut 10 ha lahan sudah digunakan untuk menjalankan program padat karya ini.

“Yang pasti kami akan mendorong program ini. Bahkan kita juga berencana menginventarisasi lahan-lahan yang tidak produktif suapaya nantinya bisa digunakan untuk budidaya,” terangnya.

Lebih lanjut ia berharap program ini dapat memberi solusi di bidang ketenagakerjaan.

“Sektor-sektor yang bisa membangkitkan wirausaha-wirausaha baru sudah pasti akan kita dorong. Karena fokus kita sekarang bagaimana masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini bisa ditanggulangi,” ungkapnya.

Baca Juga:   Di Kota Bandung, Jumlah Kasus COVID-19 Terus Melonjak
Infografis: Bosscha.id

Seperti diketahui, pelatihan program padat karya tersebut sebagai tindaklanjut kerja sama antara Pemda KBB dan Menteri Tenaga Kerja. 

Dalam melakasanaka program padat karya, Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemda KBB mendapatkan support dari Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang.

Kasi Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BLK Lembang, Iman Riswandi sebelumnya mengatakan, setiap paket pelatihan diikuti oleh 16 peserta, sehingga totalnya melibatkan 128 peserta yang akan menggarap tanah seluas 10 hektare milik pemda.

“Pada tahap pertama, pelatihan yang diberikan adalah pengoperasian traktor untuk mempersiapkan lahan tanam dan budidaya pertanian,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password