Dinkes KBB Minta Warga Waspadai DBD di Tengah Pandemi Corona

Petugas melakukan pengasapan (fogging) di kompleks Perum Permata Depok, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Minggu (3/3/2019). ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Bosscha.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta warga untuk terus mewaspadai potensi kasus demam berdarah denque (DBD. Hal ini mengingat saat ini telah memasuki peralihan musim dari kemarau menjadi penghujan yang juga di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto, mengatakan pada peralihan musim kemarau ke musim hujan ini pihaknya sudah memberikan instruksi ke setiap puskesmas untuk melakukan antisipasi penyakit DBD.

“Itu perlu dilakukan karena dikhawatirkan ada peningkatan kasus, makanya kami dan puskesmas juga melakukan sosialisasi (pencegahan) ke masyarakat,” ujar Hernawan, Jumat 23 Oktober 2020.

Berdasarkan data Dinkes KBB pada 2018, terjadi 429 kasus DBD dan dua di antaranya meninggal dunia, sehingga hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Hernawan mengungkapkan peningkatan jumlah kasus DBD biasa terjadi pada awal tahun.Adapun berdasarkan data Dinkes KBB, pada Januari 2019 saja sebanyak 238 orang yang suspect DBD.

“Biasanya peningkatan kasus DBD itu pada awal tahun, jadi harus ada pencegahan dan kami terus  melakukan sosialisasi ke masyarakat dan kader,” terangnya.

Baca Juga:   Anies Baswedan Positif Corona

Dengan demikian Hernawan meminta masyarakat untuk melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Termasuk kata dia, Dinkes KBB siap untuk melakukan fogging di setiap kecamatan jika diperlukan.

“Dalam mengahadapi musim penghujan harus waspada, karena takutnya ada lonjakan kasus DBD. Tahun lalu jumlah kasusnya cukup banyak, tapi tahun ini mudah-mudahan enggak,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password