Tekan Pengangguran di Tengah Pandemi Covid-19, 150 Orang di KBB Ikut Pelatihan Pemagangan ke Jepang

Bosscha.id

Program ini harus diapresiasi karena bisa menekan angka pengangguran

Bosscha.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat saat ini sedang berupaya menekan laju pengangguran di Kabupaten Bandug Barat akibat dari pandemi Covid-19. 

Upaya itu dilakukan dengan kerjasama Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) nota kesepakatan bersama dengan LPK Higlob Sinar Utama yang memberikan program magang ke Jepang bagi masyarakat. 

Adapun sebanyak 150 warga KBB akan menjalani pelatihan dan seleksi sebelum akhirnya mengadu nasib di Jepang untuk bekerja selama beberapa tahun.

“Program ini harus diapresiasi karena bisa menekan angka pengangguran. Mudah-mudahan 150 orang ini bisa berangkat ke Jepang semua dan mendapatkan penghidupan lebih baik,”ungkap Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna Umbara, Selasa 20 Oktober 2020. 

Dari 150 peserta pelatihan di salah satu LPK di KBB, akan dipilih sejumlah pemuda yang memenuhi kualifikasi untuk diberangkatkan ke Jepang kemudian bekerja di pabrik, wisata, maupun sektor lainnya. 

Adapun Umbara berpesan agar peserta pelatihan meningkatkan skill sebelum terjun ke dunia bekerja. 

“Namun tak kalah penting mereka juga meningkatkan life skill agar bisa bertahan dan bersaing di negeri orang. Jangan sampai tidak bisa bersaing saat kerja di sana dan nanti malah minta dipulangkan padahal belum lama,” terangnya. 

Infografis Bosscha.id

Lebih lanjut Umbara berharap warga yang mengikuti magang tersebut bisa menjadi wirausahawan mandiri setelah kembali ke KBB. Termasuk menurutnnya Disnaker KBB harus bisa dampingi mereka.

Baca Juga:   Anies Baswedan Positif Corona

“Jadi ketika mereka pulang ke Bandung Barat bisa berwirausaha baik itu konsorsium ataupun mandiri, asalnya dia kerja di sana dapat membawa hasil yang baik bagi dia dan bisa membuka lapangan kerja di sini,” terangnya. 

Program magang tersebut diperuntukkan bagi perempuan dan laki-laki dan menggunakan biaya masing-masing. Adapun bagi peserta magang yang berangkat ke negeri yang dijuluki matahari terbit itu, akan mendapatkan gaji per bulan Rp 18 juta dan tunjungan pensiun Rp 80 juta.

“Proses pemagangangnya bisa sampai 1-5 tahun. Untuk gaji, mulai dari Rp 13 juta per bulan sampai Rp 18 juta per bulan. Termasuk dalat juga tunjungan pensiun Rp 80 juta,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) pada Disnakertans KBB, Ati Indrawati.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password