Empat Lagu yang Cocok Sebagai Pengantar Perlawanan

Shutterstock

Bosscha.id – Meski Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), namun gelombang unjuk rasa terkait penolakan UU Ciptaker ini masih saja bergulir. Bagaikan bola salju, gelombang unjuk rasa pun kian hari makin membesar. Berbagai elemen seperti buruh, mahasiswa dan pelajar pun makin gencar menyuarakan penolakan terhadap UU kontroversial ini.

Aksi penolakan pun akan digelar secara besar-besaran saat momentum satu tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf yang jatuh pada hari ini 20/10/2020. Seperti dilansir liputan 6, bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal kembali menggelar aksi unjuk rasa pada momentum satu tahun pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Koordinator Wilayah BEM SeJabodetabek-Banten Aliansi BEM SI, Bagas Maropindra menyampaikan alasan pihaknya akan kembali demo, karena apa yang menjadi aspirasi tak bisa disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo.

Ada banyak cara untuk mengekspresikan aspirasi para demonstran ketika melakukan unjuk rasa atau demonstrasi. Ada demonstran yang membawa poster yang bertuliskan berbagai kriktikan, meneriakkan yel-yel, atau menyanyikan lagu berisi kritik. Jika bicara soal lagu kritik, rasanya sangat erat kaitannya dengan ambience ketika sedang melakukan aksi demo.

Maka dari itu, kali Bosscha.id telah merangkum empat lagu yang cocok didengar di tengah demonstrasi atau cocok untuk membangun ambience kala sedang berunjuk rasa.

Efek Rumah Kaca – Mosi Tidak Percaya

Trio pop asal Jakarta, Efek Rumah Kaca ini memang dikenal sebagai band yang kerap meyuarakan kritik dalam setiap lagunya. Salah satunya adalah lagu yang berjudul Mosi Tidak Percaya. Lagu yang ada di dalam album Kamar Gelap yang dirilis pada tahun 2008 silam ini kerap menggema dinyanyikan oleh para demonstran saat sedang melakukan aksi demonstrasi.

“Ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya. Ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya,” itu lah penggalan lirik lagu dari “Mosi Tak Percaya” dari Efek Rumah Kaca yang kerap dikumandakngkan ketika sedang berdemo. Lirik lagu yang berisi tentang sikap kecewa yang berujung rasa tak percaya kepada penyelenggara Negara ini rasanya sangat cocok sebagai pengantar perlawanan kala sedang berdemo.

https://www.youtube.com/watch?v=Kx_6BDQGwr0

Efek Rumah Kaca – Mosi Tidak Percaya

Navicula – Mafia Hukum

“Mafia hukum, hukum saja, Karena hukum tak mengenal siapa,” begitulah penggalan lirik lagu yang berjudul “Mafia Hukum” milik grup band bergenre grunge asal Bali, Navicula. Lagu ini terdapat dari album Love Bomb (2013). Lagu ini didedikasikan Navicula untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memerangi para koruptor.

Baca Juga:   DPRD Jabar Ungkap Lima Persoalan Pemprov pada Musrembang 2022

Dari judul saja sudah bisa diterka apa yang hendak disampaikan Navicula. Walau sudah dirilis sejak 2013, lagu ini masih relevan sebagai pengantar perlawanan saat ini.

https://www.youtube.com/watch?v=yzZ61SuHYwo

Navicula – Mafia Hukum

Morgue Vanguard (feat. Doyz) Check Your People

Bagi kalian yang biasa mendengar musik hip hop lokal pasti tidak asing dengan Ucok alias Morgue Vanguard. Ia dikenal sebagai musisi yang kerap membuat lagu-lagu kritis terhadap pemerintah.

Pada tahun lalu Morgue Vanguard bersama Doyz merilis sebuah album yang bertajuk Demi Masa. Salah satu lagu yang cocok dengan keadaan perlawanan saat ini adalah track yang berjudl Check Your People. Suara khas Ucok layaknya orator ini secara tidak langsung akan membangun ambience perlawanan. Rasanya lagu ini sangat cocok sebagai pengantar aksi demonstrasi.

https://www.youtube.com/watch?v=aqU2wsyTV34

Morgue Vanguard feat Doyz – Check Your People

.Feast Kami Belum Tentu

.Feast yang kini menjadi salah satu band banyak digemari kaum milenial ini rasanya harus masuk hitungan nih. Salah satu lagunya yang berjudul Kami Belum Tentu ini dirilis dalam Ep mereka yang bertajuk Beberapa Orang Memaafkan.

Lahir dari keresahan terhadap beberapa isu social yang terjadi di Indonesia. Lagu Kami Belum Tentu pun mengisahkan perasaan rakyat yang tidak kunjung terwakili oleh pemerintah. Terasa jelas dari lirik yang berbunyi seperti ini:

Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)

https://www.youtube.com/watch?v=H-pBq3X7QJA

.Feast – Kami Belum Tentu

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password