Sejarah 16 Oktober: Eksekusi Nuremberg, Hukuman Mati Bagi Para Petinggi Nazi

Dok. Istimewa

Bosscha.id – Pasca berakhirnya Perang Dunia Kedua, pihak sekutu membentuk pengadilan militer internasional pertama yang bertujuan untuk menghukum pejabat senior politik dan militer dengan dakwaan kejahatan perang dan kejahatan serius lainnya.

Empat negara sebagai kekuatan utama sekutu antara lain Perancis, Uni Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat membentuk International Military Tribunal (IMT) di Nuremberg (atau dalam ejaan lain disebut Nürnberg), Jerman untuk menghukum penjahat perang dari “European Axis”. IMT (selanjutnya dikenal juga dengan Nuremberg Tribunal) melaksanakan persidangan baik terhadap pemimpin politik dan militer Nazi, maupun terhadap Organisasi sayap Nazi dan Afiliasinya.

Hari ini tepatnya 74 tahun yang lalu, atau pada 16 Oktober 1946 adalah hari yang kelam bagi para petinggi Nazi, pemerintahan berkuasa di Jerman semasa Adolf Hitler. Mereka dihukum gantung setelah divonis bersalah atas kejahatan perang dan pelanggaran HAM.

Pada masa kejayaannya, Nazi tercatat telah melakukan pembantaian “Holocaust” terhadap 11 juta orang, sebagian besar korban merupakan bangsa Yahudi. Lebih dari satu juta anak Yahudi tewas dalam Holocaust, demikian pula dengan dua juta wanita Yahudi dan tiga juta pria Yahudi.

Para petinggi Nazi yang dieksekusi itu termasuk Joachim von Ribbentrop selaku Menteri Luar Negeri Nazi, Hermann Goering – Pendiri Gestapo dan Kepala Angkatan Udara Jerman, serta Wilhelm Frick selaku Menteri Dalam Negeri.

Eksekusi mati terhadap 10 petinggi Nazi ini dilakukan oleh aparat gabungan internasional dari Amerika Serikat, Uni Soviet, Prancis dan Inggris. Mereka digantung satu per satu, kecuali Hermann Goering yang dikenal sebagai “pemimpin pembantaian agresif terhadap Yahudi” yang memilih untuk bunuh diri di sel penjara dengan menenggak kapsul sianida pada malam sebelum eksekusi.

Seperti dilansir History.com, selain petinggi Nazi yang dieksekusi mati, ada sekitar 7 orang lainnya yang dijatuhi hukuman penjara berkisar dari 10 tahun penjara hingga hukuman seumur hidup. Sementara tiga petinggi lainnya dibebaskan karena dinyatakan tak bersalah.

Satu lagi pemimpin Nazi, Martin Bormann, melarikan diri saat persidangan. Tapi ia tetap dijatuhi hukuman mati secara in absentia, artinya divonis meski yang bersangkutan tidak hadir di persidangan. Kabarnya, Martin kemudian tewas di Berlin saat perang.

Menurut catatan sejarah, Pemimpin Nazi Adolf Hitler pun tewas bunuh diri dengan tembakan pada 30 April 1945 di Fuhrerbunker, Berlin. Istrinya, Eva juga bunuh diri dengan meminum kapsul sianida.

Baca Juga:   Sejarah 28 Oktober: Kongres Pemuda, Kali Pertama Lagu Indonesia Raya Berkumandang

Sesuai dengan instruksi Hitler sebelumnya, jasad Sang Fuhrer dan istri dibawa menaiki tangga melalui pintu keluar darurat bunker, disiram bensin, dan dibakar di taman Reich Chancellery di luar bunker.

Berdasarkan rekaman dari arsip Uni Soviet, sisa-sisa bakaran Hitler dan istri sempat dikuburkan, tapi kemudian kembali digali, dikremasi dan abunya disebar.

Dakwaan terkait kejahatan perang yag dilakukan Nazi ini mulai dimasukkan ke tribunal setahun sebelumnya yaitu pada tanggal 18 Oktober 1945 di Berlin (sebagai Permanent Seat of the Tribunal) oleh para prosecutor sebagai penjahat perang. Salinan dakwaan juga dibuat dalam bahasa Jerman yang diserahkan kepada terdakwa 30 (tiga puluh) hari sebelum persidangan dimulai.

Persidangan pun dimulai pada tanggal 20 November 1945 dalam 4 (empat) bahasa (Bahasa Inggris, Russia, Perancis, dan Jerman), seluruh terdakwa kecuali Bormann yang in absentia menyatakan tidak bersalah terhadap segala dakwaan prosecutor.

33 orang saksi a charge yang secara langsung bersaksi di depan persidangan serta 61 (enam puluh satu) orang saksi a decharge yang ditambah dengan sembilan belas terdakwa yang secara langsung bersaksi di depan persidangan. Selanjutnya sebanyak 143 (seratus empat puluh tiga) saksi memberikan kesaksian yang meringankan terdakwa dalam jawaban tertulis kepada persidangan.

Mengenai dakwaan terhadap organisasi sebanyak 38.000 affidavit yang ditandatangani oleh 155.000 orang dimasukkan sebagai bukti di depan persidangan. Persidangan sendiri mendengarkan keterangan 22 orang saksi untuk organisasi sampai akhirnya sesi untuk mendengarkan keterangan baik dari saksi ataupun counsel ditutup pada tanggal 31 Agustus 1946.

Lalu, pembacaan putusan pun dilaksanakan dalam 2 hari pada tanggal 30 September 1946 dan 1 Oktober 1946, Sebanyak 12 orang dihukum mati dengan cara digantung, 3 orang dihukum penjara seumur hidup, 4 orang dipenjara antara 10 hingga 20 tahun, dan 3 orang dinyatakan bebas dari segala dakwaan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password