Sejarah 15 Oktober: Hari Mencuci Tangan Sedunia, Penangkal Awal Virus-Virus Bengal

Shutterstock

Bosscha.id – Isu tentang kesehatan memang masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi organisasi-organisasi dunia. Terutama di masa penanganan pandemic seperti saat ini yang  masih menjadi momok menakutkan bagi manusia di berbagai belahan dunia.

Namun, betapa gencarnya organisasi dunia terus berusaha memprakarsai gaya hidup sehat bagi warga dunia, tidak akan membuahkan hasil yang maksimal, jika prilaku setiap individu enggan menerapkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya.

Dalam bidang kesehatan sendiri, dunia kerap memperingati hari yang berisa dengan isu kesehatan, seperti Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day), hari Aids Sedunia, Hari Pendengaran Sedunia (International Ear Care Day), Hari Kesehatan Internasional (World Health Day), dan masih banyak lagi. Tentu saja peringatan hari-hari tersebut menjadi salah satu bukti apresiasi dunia internasional terhadap kesehatan masyarakat.

Selain peringatan-peringatan yang disebut di atas, ada satu peringatan hari besar internasional yang tak boleh kita remehkan, yaitu Hari Cuci Tangan Sedunia (World Handwashing Day). Peringatan ini merupakan bentuk apresiasi bahwa mencuci tangan adalah hal sederhana, namun amat  penting dan bermanfaat. Terutama pada masa pandemic seperti saat ini, gerakan Mencuci Tangan sedang gencar-grancarnya digalakan.

Tercetusnya Hari Cuci Tangan Sedunia ini tentu memiliki sejarah yang cukup panjang. Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day merupakan suatu bentuk kampanye terkait kesehatan dunia. Penggagas dari Hari Cuci Tangan Sedunia adalah Global Handwashing Partnership (GHP) yang dicetuskan pertama kali pada bulan Agustus 2008 di Swedia dalam suatu acara tahunan tepatnya di Stockholm. Pada tahun itu pula ditetapkan sebagai Tahun Internasional Sanitasi.

Selang beberapa bulan kemudian barulah Majelis Umum PBB menetapkan tanggal untuk peringatan ini pada 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia. Peringatan ini tak diharap bisa menjadi trigger bagi masyarakat tentang bagaimana caranya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Menurut UNICEF saat ini 40% populasi dunia tidak memiliki akses ke fasilitas cuci tangan. Sungguh miris terdengarnya, terlebih di massa pandemi seperti saat ini.

Gagasan untuk menetapkan Hari Cuci Tangan Sedunia ini berawal dari tingginya tingkat kematian anak-anak akibat berbagai jenis penyakit pernapasan serta diare. Padahal kedua penyakit tersebut sebenarnya menyerang bukan hanya akibat dari penularan. Melainkan juga dipicu kesadaran individu akan pentingnya mencuci tangan. Bukankah tangan merupakan anggota tubuh manusia yang paling banyak melakukan aktivitas, sehingga mudah sekali terkontaminasi oleh bakteri pembawa penyakit?.

Baca Juga:   Catat dan Waspadalah! Ini Daftar 206 Fintech Ilegal yang Ditutup OJK

Diare dan penyakit saluran pernapasan merupakan dua penyakit yang menjadi pembunuh paling besar bagi anak-anak di bawah lima tahun (balita) sampai tahun 2008. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menewaskan sekitar 1,8 juta anak setiap tahun. Sementara Diare dan Pneumonia menjadi pembunuh sekitar 3,5 juta anak setiap tahun.

Sebuah penelitian berjudul “Effect of Washing Hands With Soap on a Diarrhoea Risk in The Community: A Systematic Review” meneliti tentang dampak cuci tangan terhadap penyakit diare. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa resiko terserang diare jika rutin mencuci tangan berkurang sebesar 47 persen. Sementara mencuci tangan dengan menggunakan sabun menurunkan resiko terkena diare sekitar 42-44 persen.

Studi tersebut menunjukkan bahwa cuci tangan merupakan hal yang paling sederhana, tetapi sangat bermanfaat untuk dilakukan demi mengurangi infeksi penyakit. Sebagaimana telah disebutkan bahwa tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak terkontaminasi bakteri. Oleh sebab itu sangat penting untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah makan, sehabis buang air di toilet, atau berbagai aktivitas lain yang membuat tangan bersentuhan langsung denganbenda lain.

Hari Cuci Tangan Sedunia didukung oleh pemerintah, sekolah, lembaga internasional, organisasi masyarakat sipil, LSM, perusahaan swasta, individu, dan banyak lagi. Tahun ini kita mengikuti inisiatif global baru-baru ini yang mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan kebersihan tangan, terutama melalui cuci tangan dengan sabun. Peringatan Hari Cuci Tangan tahun ini mengingatkan kita untuk selalu mengupayakan akses universal dan praktik cuci tangan pakai sabun demi percepatan dan  pencegahan utama terhadap paparan virus corona.

Pandemi COVID-19 ini telah mengingatkan kita bahwa mencuci tangan adalah salah satu cara paling sederhana untuk mencegah penyebaran virus apa pun dan memastikan kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password