Hadapi Pasar Bebas, Disnakertrans KBB Siap Bekali Keterampilan Warga Usia Produktif

Kabupaten Bandung Barat menyiapkan SDM terampil untuk hadapi pasar bebas. Credit foto LIPI.

Persaingan tenaga kerja di era pasar akan lebih kompetitif.Maka diperlukan terobosan-terobosan agar usia produktif mampu bersaing.

Bosscha.id-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat akan mengadakan pelatihan kerja bagi warga usia produktif. Program ini merupakan salah satu bentuk fokus kerja bidang ketenagakerjaan agar usia produktif di Kabupaten Bandug Barat mampu bersaing mengikuti pasar bebas tenaga kerja. 

“Persaingan tenaga kerja di era pasar akan lebih kompetitif.Maka diperlukan terobosan-terobosan agar usia produktif mampu bersaing. Karena kalau tidak disiapakan dari sekarang tahun 2030-2040 kita hanya akan jadi penonton,” ujar Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) pada Disnakertans KBB, Ati Indrawati, Senin .

Ati mengatakan pelatihan ini untuk penguatan dalam menghadapi persaingan bebas dengan negara luar. Sebab, dalam pasar bebas  setiap pekerja yang bekerja di luar negeri disyaratkan untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. 

“Oleh karena itu, selama pelatihan para usia produktif ini akan dibekali bagaimana mereka memiliki skill, atitudedan pengetahuan sesuia dengan kompetensinya. Tentunya, apabila mereka memiliki 3 poin itu harapan kita bisa mengikuti persaingan kerja di era pasar bebas,” terangnya.

Bosscha.id

Ati menyebut usia produktif yang bisa mengikuti pelatihan antara 18-35 tahun. Menurutnya, agar program pelatihan usia produktif tersebut berjalan maksimal maka dibutuhkan sinergisitas diantara leading sector terkait.Beberapa leading sector tersebut diantaranya Dinas Pendidikan dan dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Baca Juga:   Resmi Jabat Wali Kota Surakarta, Gibran: Kami Hari Sabtu dan Minggu Tidak Libur

“Ini agar outputnya jelas. Jadi alternatifnya warga berusia produktif yang belum bekerja, bisa fokus dijadikan sebagai tenaga kerja mandiri sehingga warga usia produktif bisa menguasai dunia UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut Ati berharap minat warga untuk mengikuti pelatihan program tenaga kerja usia produktif ini tinggi.

“Usia produktif di KBB volume yang paling banyak. Tentu dalam menghadapi persaingan pasar bebas dengan negara luar, kita harus siap. Sehingga target kita pada 2030-2040 bisa ekspor tenaga kerja ke pasar bebas,” kata Ati.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password