Bupati Aa Umbara Ingin KBB Kembangkan Agrowisata Baru

Bosscha.id

Sangat mungkin karena lahannya sangat luas. Ada sekitar 55 haktare yang belum termanfaatkan

Bosscha.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana mengembagkan agrowisata baru di kawasan kompleks Pemda, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Terlebih, di kawasan tersebut terdapat lahan yang bisa dikembangkan untuk kegiatan pertanian, perternakan dan perkebunan sehingga potensial untuk dijadikan lokasi agrowisata baru.

“Sangat mungkin karena lahannya sangat luas. Ada sekitar 55 haktare yang belum termanfaatkan. Makanya saya kepikiran untuk mengintegrasikan konsep pertanian dengan wisata,” kata Aa Umbara Jumat 9 Oktober 2020.

Aa Umbara mengatakan, di sekitaran komplek Pemda sangat eksotik sehingga kawasan itu bisa ditetapkan sebagai lokasi wisata unggulan dan dijadikan agrowisata. Bahkan menurutnya, apabila sudah dikembangkan, itu juga bisa menjadi objek wisata pertama di kawasan Ngamprah. 

“Hampir semua kecamatan di KBB punya objek wisata ikonik, sementara Ngamprah hingga kini belum ada. Tentu ini bisa dipadukan antara pembangunan pemda, gedung dewan, pertanian, peternakan, dan juga wisatanya,” ungkap Umbara.

Infografis: Bosscha.id

Lebih lanjut Aa Umbara mengatakan, untuk pengembangan konsep tersebut pihaknya akan melakukan rapat bersama beberapa dinas leading sector terkait.

Baca Juga:   Observatorium Bosscha Gelar Pengamatan Hilal

“Untuk konsep jelasnya, nanti Senin kita adakan rapat bersama dinas terkait. Seperti Disnaker, Pertanian, Peternakan, Disparbud, LH, PUPR, dan Dishub, biar semua saling terintegrasi,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan terus mengembangkan potensi wisata di sejumlah wilayah. Dengan memiliki keindahan alam di setiap wilayah, banyak desa-desa di Bandung Barat yang berpotensi dan layak dijadikan tujuan wisata.

Adapun pengembangan wisata baru dinilai ampuh untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

“Desa wisata bisa membantu mendongkrak ekonomi masyarakat.Nantinya desa wisata ini akan dikelola oleh warga sekitar dan kelompok sadar wisata (pokdarwis),” kata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Sri Dustirawati.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password