Sejarah 22 September: Dimulainya Pertempuran Iran Vs Irak, Perang Terpanjang Abad 20

Dok.Istimewa

Bosscha.id – Konflik perbatasan antar dua negara tetangga bisa berujung pada terjadinya perang. Seperti yang terjadi antara Iran dan Irak . Kedua Negara ini memulai perang pada 22 September 1989, atau tepat hari ini 40 tahun silam. Perang yang berlangsung dari tahun 1980-1988 itu menjadi yang terpanjang pada Abad 20.

Ujung selatan Perairan Shatt al-Arab menjadi akar utama konflik Iran dan Irak. Kedua negara itu berebut kawasan perairan tersebut. Menjadi rebutan karena wilayah itu sangat vital dan merupakan jalur penyuplaian strategis ke Barat.

Namun, ada sumber lain menyebut, permusuhan Iran dan Irak sebenarnya sudah terjadi lebih dari berabad-abad silam, sejak zaman Kerajaan Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Tigris-Eufrat, yang kini menjadi negara Irak modern, yang berseteru dengan kerajaan Persia atau kini menjadi negara Iran modern.

Perang ini terjadi karena Irak dinilai telah melanggar Perjanjian Algiers Accord tahun 1975 soal perbatasan Shatt al-Arab, karena telah menerobos perbatasan Iran. Sejak itu, situasi semakin memanas. Kapal dari Iran dan Irak terbakar. Diduga kedua pihak saling menyulut api.

Pihak Barat meyakini bahwa Presiden Irak kala itu, Saddam Hussein memanfaatkan momen pasca-bergejolaknya Iran, dengan berupaya merebut pengendalian titik perairan yang sebelumnya diserahkan ke Teheran, menurut Perjanjian 1975. Hussein disebut juga ingin melemahkan kekuasaan Pemimpin Iran Ayatollah Khomeini.

Kubu Iran mengatakan pasukan Irak mulai menembaki pangkalan Angkatan Laut Khorramshahr, yang terletak di 32 km sebelah selatan Kota Abadan. Tentara Irak mulai masuk ke daratan Iran.

Sementara menurut Irak, aparat Iran telah menembaki gedung kantor ekonomi Irak di Perairan Shatt al-Arab. Laporan lain menyebut, pihak Iran juga menembaki kawasan reservasi minyak Irak di Basra, kemudian membakarnya. Saat itu juga, Irak mulai menurunkan pasukan.

Seorang pejabat senior Iraq Tariq Aziz menyambangi Moskow, Rusia untuk meminta bantuan senjata. Sedangkan Iran juga tak mau kalah meminta bantuan kepada mitranya: Amerika Serikat.

Zona perairan itu sebelumnya diserahkan kepada Iran sebagai kompensasi penghentian dukungan Teheran ke pemberontak Kurdi di Irak.

Peperangan pun dimulai sejak itu. Irak menurunkan pasukan. Tentara Iran menghadang. Pada Juni 1982, Iran melancarkan serangan balasan ke Irak, serta menolak gencatan senjata. Kemudian pada Mei 1984, Iran menggempur kawasan teluk hingga memicu perang laut dengan Irak.

Perang pun makin memuncak pada 1985, di mana Iran dan Irak saling menggelontorkan bom ke sejumlah kota dan mengenai para warga sipil. Sejak 1980 hingga Juli 1987, PBB telah menyerukan gencatan senjata sebanyak 598 kali, tapi tetap tak digubris oleh kedua belah pihak yang berseteru.

Pada akhirnya pertempuran pun berakhir dengan gencatan senjata pada 20 Agustus 1988. Menurut laporan resmi yang diwartakan BBC, jumlah korban jiwa akibat Perang Iran vs Irak mencapai 400 ribu orang, dan 750 lainnya terluka. Pertukaran tawanan terakhir antara kedua negara ini terjadi pada tahun 2003. Perang ini telah mengubah wilayah dan situasi politik global.

Baca Juga:   Gempa 5,1M Selatan Jawa dari Aktivitas Subduksi, Tidak Potensi Tsunami

Perang ini juga memiliki kemiripan dengan Perang DuniaI. Taktik yang digunakan seperti pertahanan parit, pos-pos pertahanan senapan mesin, serangan dengan bayonet, penggunaan kawat berduri, gelombang serangan manusia serta penggunaan senjata kimia(seperti gas mustard) secara besar-besaran oleh tentara Irak untuk membunuh pasukan Iran dan juga penduduk sipilnya, seperti yang dialami juga oleh warga suku Kurdi di utara Irak.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password