Google Doodle Hari Ini, Apresiasi Terhadap Dedikasi Benyamin S Terhadap Seni dan Budaya Betawi

Tampilan google search 22 September 2020 (google.com)

Bosscha.id – Jika Anda menggunakan Google hari ini untuk berselancar di internet, mungkin Anda melihat ada yang berbeda dengan tema Google Doodle hari ini.

Kali ini Google mengangkat tema Doodle budaya Betawi dengan sosok mendiang H. Benyamin Sueb sebagai iconnya.  Diambilnya tema betawi untuk Google Doodle hari ini bersamaan dengan perayaan  berdirinya Taman Benyamin Sueb yang diresmikan dua tahun silam.

Taman Benyamin Sueb merupakan sebuah pusat budaya yang khusus didedikasikan untuk menjunjung tinggi warisan budaya Betawi, yang dimana pada masa hidupnya hal itu dilakukan oleh Benyamin Sueb.

Bang Ben sapaan akrabnya, lahir di Batavia, 5 Maret 1939 dan meninggal dunia di Jakarta, 5 September 1995 pada umur 56 tahun.  Dedikasinya terhadap dunia seni dan pelestarian budaya khususnya Betawi, tak perlu diragukan lagi.

Karir seni Bang Ben dimulai pada tahun 1957, saat itu beliau masih duduk di bangku SMA. Ia memberanikan diri untuk terjun dalam dunia musik, dengan bergabung dengan grup Melodyan Boys yang kemudian berganti nama menjadi Melodi Ria. Tak jauh  beda dengan anak remaja jaman sekarang yang cenderung lebih suka dengan lagu-lagu dari barat. Saat itu pun Benyamin lebih suka memainkan musik-musik beraliran Jazz, Rock, dan Blues yang sudah jelas itu musik produk import. Kala itu Ia bermain musik bersama Jack lesmana, Rahmat Kartolo, dan Bill saragih.

Pada dekade 60-an, keluar larangan dari Presiden Soekarno untuk tidak memainkan musik Ngak Ngik Ngok yang berasal dari kebudayaan barat. Larangna itu pun sempat membuat Benyamin meninggalkan dunia musik untuk beberapa lama.

Namun karena darah seni yang kuat, hasrat berkaryanya tak bisa dibendung. Dilarang memainkan musik dari kebudayaan asing, itu membuatnya melirik budayanya sendiri, yaitu Betawi. Dan justru dari sanalah awalnya Ia mulai dikenal banyak orang hingga saat ini.

Baca Juga:   Mahfud Minta Pengunjuk Rasa Waspadai Penyusup

Tahun 1968 Ia mulai nekat menembus dapur rekaman, alhasil lagunya yang berjudul Nonton Bioskop yang liriknya ditulis oleh Bing Slamet, meledak di pasaran. Saat itu lah namanyamulai berkibar di dunia hiburan tanah air.

Pada tahun 1970, Ia mulai bergabung dengan Naga Mustika, grup musik yang berdomisili di sekitar Cengkareng. Itulah yang mengantarkan namanya jadi salah satu penyanyi terkenal. Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi kolaborasi penyanyi paling populer pada zamannya.

Berkat popularitas di dunia musik, Benyamin pun mulai mendapatkan tawaran bermain film.
Ia terlibat dalam film-film seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), dan Intan Berduri (1972) yang membuatnya mendapat Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik. Di tahun yang sama, Si Doel Anak Betawi yang disutradarai Sjumanjaya semakin melambungkan namanya di jagat hiburan tanah air.

Setelah sukses menjadi aktor dan penyanyi, Bang Ben kembudian membuat media sendiri untuk menampung hasrat berkaryanya. Di akhir tahun 90-an, Ia mendirikan Radio bernama Bens Radio. Pada awal kemunculannya Bens Radio berada di gelombang AM 486, dan mulai mengudara pada bulan Desember 1990. Dibentuknya radio ini bertujuan untuk memasyarakatkan budaya Betawi. Dan radio ini menjadi salah satu peninggalannya sebelum wafat, lima tahun kemudian.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password