Sejarah 21 September: Liam Gallagher, Rockstar ‘Bermulut Besar’ yang Menolak Pudar

Aksi panggung Liam yang khas sangat mudah dikenali (Dok. Istimewa)

Bosscha.id – Jika bicara soal band dari Inggris, tentu nama Oasis tak bisa kita lewatkan. Band yang sukses menciptakan era baru, yaitu era britpop. Dimana musik mereka mampu menaklukan dunia. Bahkan kini, “puing-puing” kejayaan itu masih membentuk sebuah kastil elegan yang tak kalah dari Buckingham Palace.

Walaupun disisi lain, sang vokalis, Liam Gallagher, mengaku sangat benci dengan label ‘Britpop’ yang disematkan media dan banyak orang kepada dirinya. “Saat Oasis muncul, bersama banyak band lain di era 90-an, semua orang sangat senang memberi kami label tersebut. Tapi musik kami lebih besar dari itu,” kata Liam.

“Saya sangat benci dengan kata ‘Britpop’. Musik kami bukan pop. Musik Oasis—dan mungkin The Verve, itu rock n’ roll klasik. ‘Britpop’ itu band-band yang menggemaskan seperti Pulp atau Blur, atau band kecil yang berasal dari Camden. Jadi, kata itu membuat saya tersinggung,” tegasnya.

Begitulah Liam, ia kerap mengeluarkan pertkataan atau pernyataan yang kadang memicu kontroversi. Sebagai sosok paling nyeleneh di lanskap rock, sebagian besar orang menyebut dirinya dengan julukan ‘si mulut sampah’ lantaran rajin menggelontorkan kritik pedas kepada siapapun lawannya.

Seorang Liam Gallagher takkan segan-segan bakal menyemprot siapa saja yang dirasa tak memenuhi standar tinggi milik dirinya. Sikap yang fluktuatif disertai dengan perangai yang cenderung kasar, konon mengukuhkan persona dirinya sebagai sosok musisi rock paling kontroversial. Bahkan saking bengalnya, Liam pun tak segan untuk berselisih dengan saudara kandung sekaligus gitaris Oasis, Noel Gallagher.

Pria bernama lengkap William ‘John Paul’ Gallagher ini lahir di Burnage Manchester pada 21 September 1972, tepat hari ini 48 tahun silam. Liam tumbuh menjadi bocah bengal menjurus criminal. Di usia remajanya, Liam kerap kali terlibat baku hantam dengan teman sekolahnya, sehingga mengakibatkan dirinya sering berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya, terus begitu hingga ia sadar bisa bernyanyi, dan membentuk band The Rain. Suatu hari, sang kakak, Noel, pulang dari tur Amerika sebagai kru band Inspiral Carpet. Ketika tahu sang adik jadi penyanyi band, Noel tertawa sembari meledek.

Namun, ketika akhirnya Noel mendengar Liam bernyanyi bersama The Rain, ia kaget melihat betapa bagusnya sang adik bernyanyi. Beberapa minggu kemudian, Liam mengajak Noel nge-jam. Di banyak kisah yang dituturkan, Noel dipaksa bergabung dengan The Rain hingga kemudian berganti nama menjadi Oasis.

Oleh karena perkataannya yang kerap mengundang kontroversi, Liam pun menjelma jadi musisi yang memiliki banyak musuh. Terutama di kalangan publik figur. Tak tercatat sudah berapa kali ia terang-terangan mengejek sesama musisi dalam berbagai sesi wawancara. Korban-korbannya meliputi pesohor seperti Ozzy Osbourne, Bono, Chris Martin, Robbie Williams, Billie Joe Armstrong, hingga pesepakbola kenamaan Wayne Rooney pun tak luput direcoki oleh Liam.

Baca Juga:   Ilmuwan Warning Ancaman Mega Tsunami di Alaska AS

Yang paling diingat publik adalah pertikaian sengit yang melibatkan dirinya bersama duo pentolan Blur, Damon Albarn dan Alex James. Rivalitas antara Oasis dan Blur merupakan salah satu ‘santapan’ lezat bagi awak media di kala itu. Bahkan, Liam sempat menyerapahi agar keduanya terserang penyakit AIDS.

Medio dekade 90-an merupakan puncak kejayaan band rock bernama Oasis. Nama mereka kian meroket di jagat industri musik. Seketika Oasis menjadi band rock paling populer kala itu. Duo Gallagher pun begitu didewa-dewakan oleh para penggemar militannya. Banjir pujian dan kesohoran, sejatinya membentuk persona Liam menjadi lebih angkuh.

Lazimnya seorang rock star, ia pun bebas mengutarakan pendapat-pendapat konyol nan pedas yang spontan terlintas di otak kepalanya. Tak heran, Liam pun menjelma jadi media darling, segala pemberitaan kontroversi mengenai dirinya selalu terpampang jadi tajuk utama di segala media ranah showbiz. Salah satu deretan kisah kontroversi yang masih ia gaungkan sampai saat ini adalah pertikaiannya dengan Noel Gallagher.

Aroma perseteruan antara dua kakak beradik ini kian runcing terpublikasi oleh media. Konon, diberitakan beberapa saat di belakang panggung, menjelang Oasis memulai konser di Rock en Seine Festival pada 28 Agustus 2009, Liam terlihat berang dengan membanting gitar sang saudara di hadapannya. Sebelumnya juga sempat tersiar kabar jika Liam melempari Noel dengan tamborin kesayangannya tepat di kepala. Sejak dari kejadian itu, Noel mengaku jika kariernya bersama Oasis telah tamat.

Pasca bubarnya Oasis, Liam dan Noel pun memutuskan untuk berjalan dengan cara mereka masing-masing. Karier sang kakak cukup moncer dengan project ambisius bernama Noel Gallagher’s High Flying Birds. Di sisi lain yang dilakukan Liam berbanding terbalik dengan sang kakak. Project band yang digarap Liam, Beady Eye – yang tak lama kemudian bubar di tahun 2014.

Tak berhenti sampai di situ, Liam Gallagher masih ngeyel tak mau kalah dengan sang kakak, dengan menelurkan album solo perdana bertajuk As You Were yang dilepas pada awal Oktober 2017, sebulan sebelum Noel Gallagher’s High Flying Birds menetaskan album Who Built the Moon?.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password