Mengenal Sosok Abah Alwi, Sang Wartawan Tujuh Presiden

Abah Alwi di acara penghargaan 80th Berkarya (Republika)

Bosscha.id – Warga Jakarta harus bersyukur mempunyai sosok Alwi Shahab, seorang wartawan, penulis, dan perawi soal seluk-beluk kota ini, yang dengan cergas ia bawa pembacanya menembus ruang dan waktu ke tempo dulu.

Melalui esai-esainya kita bisa menikmati suasana, peristiwa, legenda nama, tempat, dan gedung bersejarah, yang ringan namun asyik, yang kaya pengetahuan sekaligus menghibur. Seperti dongeng, kita diajak bertamasya menyusuri Jakarta di masa VOC hingga kemerdekaan, dan berkenalan dengan beragam perubahan yang pernah melintasi pusat dagang Hindia Belanda dan ibukota Indonesia ini.

Abah Alwi, demikian orang-orang kerap menyapanya dengan penuh penghormatan, telah menjalani profesi wartawan selama lebih dari setengah abad. Bermula di kantor berita Arabian Press Board sekitar tahun 1960, lalu Kantor Berita Antara pada 1963, dan kemudian berlabuh di Republika pada tahun 1993. Di surat kabar terakhir inilah ia menulis esai-esai lepas mengenai sejarah kota Jakarta.

Sepanjang bertugas sebagai seorang wartawan, Alwi Shahab kerap melakukan liputan ke luar negeri. Di antaranya, tahun 1983 ia mengunjungi perbatasan Malaysia-Thailand untuk meliput operasi penumpasan gerakan Komunis oleh tentara Malaysia.

Saat bergabung di Republika, koran yang usianya relatif muda ini, tanpa kesulitan Abah Alwi, langsung beradaptasi dengan lingkungan baru yang dihuni oleh orang-orang muda. Dengan komitmennya yang tinggi terhadap kewartawanan, Abah Alwi langsung menjadi contoh bagi rekan yuniornya, bagaimana seseorang bisa menjadi wartawan sejati, walau telah memasuki usia senja.

Ia tak kalah produktif dibandingkan dengan rekan yuniornya. Sejak di Republika, ia mulai menulis artikel-artikel tentang sejarah kota Jakarta, baik dalam bentuk tulisan lepas, di rubrik kebudayaan, maupun di rubrik Sketsa Jakarta dan Nostalgia.

Secara terus menerus, tanpa jeda, hampir setiap minggu, Abah Alwi mengasuh kolom Bandar Jakarta di harian Republika, ia seolah-olah tidak kehabisan bahan untuk mengangkat permasalahan kota Jakarta, terutama kisah-kisah tempo doeloenya. Untuk objektivitas penulisan, ia bukan saja mendatangi nara sumber, menelaah berbagai koleksi dan bahan, tapi juga mendatangi tempat yang menjadi bahan penulisannya.

Baca Juga:   Sejarah 22 September: Dimulainya Pertempuran Iran Vs Irak, Perang Terpanjang Abad 20

Ia salah satu penutur paling artikulatif soal riwayat Jakarta. Esai-esai Abah Alwi setidaknya terhimpun menjadi 11 buku, sejak 2001 hingga 2013, dengan judul-judul yang segar, dari Robin Hood Betawi hingga Maria van Engel: Menantu Habib Kwitang, dari Oey Tambahsia Playboy Betawi hingga Waktu Belanda Mabuk Lahirlah Batavia.

Pria yang memiliki nama lengkap Alwi Saleh Shahab ini lahir di Kwitang, Jakarta pada 31 Agustus 1936, tepat hari ini 84 tahun yang lalu. Sebagai penduduk asli Jakarta , Abah Alwi mengenal baik setiap sudut kota Jakarta. Ia tidak pernah kehabisan bahan cerita, sebab semua memori tentang kota Jakarta masih tersimpan lengkap dalam benaknya. Mulai dari masa penjajahan Belanda hingga Kemerdekaan.

Banyak kisah bertema Batavia ditulisnya dalam sebuah buku berjudul Hukum Pancung di Batavia terbitan tahun 2007. Juga buku terbitan tahun 2007 berjudul Ciliwung: Venesia dari Timur, di tahun yang sama Alwi kembali menerbitkan Kasino Bernama Kepulauan Seribu.

Menekuni profesi sebagai wartawan selama lebih dari 40 tahun membuat Abah Alwi kerap mendapat berbagai penghargaan. Salah satunya, karena dedikasinya pada sejarah dan budaya Betawi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan Anugerah Budaya pada Alwi Shahab tahun 2009.

Meski sudah tidak bekerja secara formal sebagai wartawan, namun semangat Abah Alwi untuk menulis tak pernah surut. Dari masa kepempinan presiden Sukarno hingga Jokowi, Abah Alwi tetap semangat untuk menulis.

Usianya memang sudah senja namun semangatnye berkarya tak kalah dengan kita-kita yang masih berusia muda.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password