Sejarah 25 Agustus: Gordon Tobing, Penyanyi Lagu Rakyat yang Mendunia

Sampul album dalam bentuk kaset pita dari Gordon Tobing (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – A Sing Sing So (ASSS) merupakan salah satu lagu rakyat Batak yang mungkin tak asing lagi di ruang telinga kita. Tak hanya bagi suku Batak, juga suku lain banyak yang tahu lagu rakyat ini. Irama lagu yang mendayu-dayu dan diciptakan dengan notasi sederhana, membuat lagu ini cepat menempel dalam ingatan masyarakat.

Bukan hanya di lingkungan ‘parmitu’, tapi juga di tengah keluarga. “ A sing sing so, a sing sing so…ueeeee, lugahon au da parauuuu…ullushon au alogooo…tu hutani datulangi…” (Bawalah daku oh perahu, bawalah daku angin ke kampung paman) Demikian penggalan syair lagu tersebut.

Gordon Tobing, seorang musisi dan penyanyi Batak legendaris, adalah orang yang berperan besar dalam mempopulerkan lagu ASSS dan ratusan lagu Batak lainnya, tak hanya popular di dalam negeri, lagu batak bahkan banyak digemari di luar negeri karenanya.

Kepiawaiannya menyanyikan lagu berirama country Batak ini kemudian mengantarkannya menjelajah banyak Negara, seperti Meksiko, Argentina, Brazil, Amerika Serikat, Uni Sovyet, bahkan ke Cina. Konon, banyak gadis Meksiko menaruh simpati ketika Gordon menyanyi di sebuah bar di Negara itu.

Gordon Tobing adalah pria kelahiran Medan, 25 Agustus 1925 tepat hari ini 95 tahun yang lalu. Ayahnya Romulus Tobing juga dikenal sebagai pemusik dan komposer ternama pada jamannya. Romulus Tobing masih marpariban (isteri semarga) dengan komponis Batak termasyhur S.Dis Sitompul dari isterinya boru Hutabarat. Bakat musik yang mengalir dalam darah Romulus, ternyata diwarisi Gordon yang sejak kecil telah digembleng bermain musik dan olah vokal oleh ayahnya.

Kini, mungkin tak banyak generasi muda yang mengetahui siapa Gordon Tobing, padahal dahulu Gordon adalah sosok karismatik yang banyak digemari oleh semua kalangan. Bahkan, Presiden pertama Indonesia, Sukarno pun pernah terkesima oleh penampilan Gordon. Sukarno mulai mengagumi Gordon saat kali pertama menyaksikan ia menyanyikan lagu A Sing Sing So di China, saat kunjungan presiden ke negeri tirai bambu itu pada tahun 1960.

Kala itu Gordon sampai lebih dulu dari Sukarno yang akan melakukan kunjungan ke China. Presiden RI pertama itu heran, bertanya pada ajudannya :”Siapa yang menyanyikan lagu Batak di sini?”. Setelah ajudan mengecek, dan melapor ke presiden, spontan presiden berkomentar “ Luar biasa itu, dengan lagu Batak bisa sampai di sini”. Sejak itulah Gordon dengan VG Impolanya beberapa kali diundang ke istana untuk mengisi acara hiburan.

Baca Juga:   Sejarah 24 September: Hari Tani Nasional, Perjuangan Petani Terlepas dari Sistem Feodal

Pada usia 25 tahun, Gordon mencoba peruntungan berangkat ke Jakarta. Di kota itu ia sempat berpindah-pindah pekerjaan, bahkan sempat bekerja di perusahaan film Negara (Perfini). Kemudian ia pindah ke RRI. Disitulah Gordon bertemu seniman-seniman musik ternama seperti Iskandar dan Sudharnoto.

Popularitas Gordon pun makin melejit ketika mendirikan vocal grup (VG) “Sinondang Batak”. Kelompok paduan suara itu tak bertahan lama. Gordon kemudian membentuk VG “Impola” yang membuatnya makin terkenal pada era 60 an.

Bersama isterinya Theresia Hutabarat, Gordon mengusung vokal grupnya menjelajah mancanegara. Beberapa MC yang sudah punya nama waktu itu seperti Koes Hendratmo dan Hakim Tobing sempat ikut bergabung dalam VG “Impola” yang dipimpin Gordon. Tidak sedikit pun Gordon beranjak dari jalur musik rakyat. Ia tetap bercokol di blantika musik country. Gordon meiliki karakter  suara dengan warna vocal yang cocok bernyanyi  seriosa, pop, mau pun country.

Lagu A Sing Sing So, ciptaan Boni Siahaan yang melambungkan nama Gordon itu pernah menjadi lagu Batak terkenal di Amerika pada medio 1960-an. Bahkan karena warna vokalnya yang sanggup melengking tinggi beberapa oktaf, Gordon pernah dijuluki Mario Lanza dari Indonesia.

Kini Gordon dan Impola tinggal kenangan. Gordon Tobing meninggal dunia tanggap 13 Januari 1993 setelah mempersembahkan suara emasnya untuk masyarakat dan Negara. Berbagai penghargaan telah diterimanya, baik yang berskala nasional mau pun internasional.

Beberapa Negara seperti Vietnam, Australia, Kuba, Jerman, Kamboja, dan Cina pernah memberi perhargaan kepada Gordon. Malah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Presiden Fidel Castro dari Kuba pernah memberi hadiah gitar untuk Gordon, setelah melihat kepiawaiannya memetik gitar.

Terakhir kaisar Jepang menganugerahkan bintang tanda jasa The Order of The Sacred Treasure dan Golden Silver Rays kepada Gordon Tobing karena Gordon dianggap turut berperan meningkatkan hubungan persahabatan Indonesia-Jepang.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password