Sejarah 22 Agustus: Bermula dari Gang Kelinci Lilis Surayani Menjadi Kebanggaan Negeri

djawanews.com

Bosscha.id – Hari ini 72 tahun yang lalu, atau pada 22 Agustus 1948 lahirlah seorang penyanyi wanita yang dikemudian hari menjadi salah satu penyanyi kebanggaan negeri. Ya, Lilis Suryani namanya. Penyanyi yang sempat popular pada medio 1960-an ini  memulai karier sebagai penyanyi saat masih berusia 15 tahun pada 1963 memulai karier sebagai penyanyi saat masih berusia 15 tahun pada 1963.

Lagu Gang Kelinci karya Titiek Puspa lah yang kemudian melambungkan namanya di dunia tarik suara tanah air. Lagu itu dengan cepat menyelinap dan berkumandang di rumah gedung sampai lorong-lorong kampung serta digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain bernyanyi Ia juga kerap mencipta lagu. Dia telah menciptakan setidaknya 50 lagu. Selama lebih dari 40 tahun kariernya di dunia tarik suara. Termasuk lagu yang diciptakan khusus untuk Presiden Soekarno. Dia memang seorang artis yang dikenal dekat dengan Presiden Pertama RI itu.

Titiek Puspa sebagai pencipta lagu ‘Gang Kelinci’ yang berhasil membuat nama Lilis Suryani melambung ke puncak popularitas itu menuturkan bagaimana proses penciptaan lagu itu terjadi.

Suatu hari di tahun 1963, Lilis Suryani yang masih berusia 15 tahun datang menemui Titiek Puspa di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Gadis bertubuh mungil yang belum dikenal oleh Titiek itu meminta tolong dibuatkan lagu untuk dinyanyikannya.

Lilis dengan sabar seharian menunggui berharap Titiek membuat lagu, tetapi belum juga dibuatkan. Akhirnya hati Titiek terketuk melihat kegigihan gadis mungil itu. Lalu ketika hari telah menjelang sore, Titiek mengantarkan Lilis pulang ke rumahnya di Gang Kelinci, Pasar Baru dengan naik becak.

Sesampai di Gang Kelinci, Titiek melihat rumah itu uyek-uyekan, amat padat, anak-anak pating kruntel, berjubelan. Selokannya pun bau. Kondisi Gang Kelinci itu melahirkan inspirasi bagi Titiek. Ketika naik becak pulang, muncul ide untuk menulis lagu berjudul Gang Kelinci. Sesampai di rumah, Titiek segera menulis, dan jadilah Gang Kelinci.

Lagu Gang Kelinci direkam dan amat populer selama bertahun-tahun. ‘Gang Kelinci’ menjadi lagu rakyat yang digemari dan dinyanyikan di seantero negeri, mulai dari rakyat di gang-gang sampai pemimpin bangsa di Istana.

Lilis sudah mulai bernyanyi sejak masih mengenyam pendidikan di sekolah rakyat di Gang Topekong, Kota, Jakarta. Pada usia 14 tahun saat belajar di Sekolah Kepandaian Putri Budi Utomo, Lilis telah didaulat bernyanyi di Istana Negara. Saat itulah Lilis pertama kali dikenal oleh Bung Karno. Kendati saat itu Lilis masih malu-malu dan duduk memojok karena masih malu dan takut.

Namun saat giliran Lilis menyanyi, Bung Karno pun menghampirinya sambil bertanya: ‘Mana yang nyanyi Tjai Kopi?’ (Tjai Kopi sebuah lagu pop berlirik bahasa Sunda gubahan Lilis. Lagu itu rupanya digemari Bung Karno. Padahal Tjai Kopi sebenarnya tidak masuk lagu yang harus dinyanyikan pada saat itu. Tetapi karena Bung Karno, meminta maka Lilis menyanyikannya). Kala itu Lilis sempat sejenak gemetar ketakutan. Namun dia juga bangga karena Bung Karno menunggui sampai Lilis selesai menyanyi.

Karena itu pula, popularitas Lilis Suryani mulai sering dikaitkan dengan Bung Karno. Terutama, ketika ia menyanyikan lagu pujian untuk Bung Karno yang berjudul “Oentoek Paduka Jang Mulia Presiden Soekarno”, karya Soetedjo yang terdapat pada album Lilis Surjani dibawah label Irama Record, musiknya di garap oleh Orkes Bayu di bawah pimpinan F Parera.

Pada tahun 1968, Lilis tak hanya tampil sebagai penyanyi solo yang sukses. Ia pun pernah terlibat membentuk sebuah grup musik wanita yang diberi nama The Females bersama Rita Rachman (keyboard) dan Rose Sumanti. Ia bermain drum di kelompok ini. Saat itu, kancah musik negeri ini sedang diwarnai munculnya band-band wanita, seperti Dara Puspita, The Singers, The Reynettes, The Beach Girls, dan lain-lain.

Popularitas Lilis pun kian berkibar. Dia tak hanya dikenal di Indonesia, melainkan ke negeri jiran, seperti Malaysia, Singapura, hingga Filipina. Di Singapura, Lilis sempat merilis beberapa album pada perusahaan rekaman Pop Sound yang merupakan subdivisi dari Phillips.

Album-album Lilis pun dirilis ulang di Malaysia. Sosoknya kian tersohor di Malaysia. Lilis pun pernah berkolaborasi dengan Bing Slamet menulis lagu jenaka 007 yang terdapat pada album 007, dirilis oleh perusahaan rekaman Phillips Singapura.

Hingga tahun 1982 setidaknya ada sekitar 500 lagu yang pernah dikumandangkan oleh Lilis yang direkam dalam album rekaman (kurang lebih 20 Piringan Hitam dan 20 kaset), dan diproduksi oleh berbagai perusahaan rekaman. 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password