Sejarah 20 Agustus: Ketika Kapak Mengakhiri Perjalanan Revolusi Leon Trotsky

Dok.Istimewa

Bosscha.id – Leon Trotsky atau yang bernama asli Lev Davidovich Bronstein adalah seorang revolusioner Rusia dan ahli teori Marxis. Bersama dengan Lenin, dia adalah salah seorang pemimpin Revolusi Oktober 1917, yakni sebuah revolusi buruh pertama yang terjadi di dunia dan berhasil menumbangkan kapitalisme.

Dia terlibat aktif dalam gerakan buruh sejak berumur 18 tahun, ketika dia membantu mengorganisir Serikat Buruh Rusia Selatan di Nikolayev pada awal tahun 1897. Tidak lama kemudian, dia dan 200 anggota serikat buruh tersebut dipenjara lalu dikirim ke pengasingan di Siberia. Pada tahun 1902, dia melarikan diri dari Siberia dan pindah ke London dimana dia pertama kalinya bertemu dengan Lenin, dan membantu Lenin menerbitkan koran Iskra.

Pada tahun 1905, Trotsky menyelinap kembali ke Rusia dan aktif di bawahtanah. Lalu Revolusi 1905 meledak dan Soviet yang pertama terbentuk di St. Petersburg dimana Trotsky terpilih menjadi presidennya. Revolusi ini menemui kegagalan. Soviet St. Petersburg dibubarkan dan Trotsky beserta pemimpin-pemimpin Soviet lainnya ditangkap dan diasingkan lagi ke Siberia.

Dari pengalaman Revolusi 1905, yang disebut Trotsky sebagai “latihan untuk Revolusi 1917”,Ia menganalisa prospek revolusi untuk Rusia di dalam bukunya Hasil dan Prospek pada tahun 1906 yang merupakan formulasi teori revolusi permanennya yang pertama.

Pecahnya Perang Dunia Pertama pada tahun 1914, membuat Trotsky bersama-sama dengan Lenin dan kaum revolusioner lainnya menentang perang imperialis ini, sedangkan hampir semua partai-partai Sosial Demokrasi yang tergabung di Internasional Kedua mendukung perang ini.

Perang Dunia Pertama ini kemudian menggoncang situasi politik di Rusia dan akhirnya mendorong Revolusi Februari 1917 yang menumbangkan Tsar, lalu disusul oleh Revolusi Oktober 1917 yang membawa kelas pekerja ke tampuk kekuasaan. Trotsky duduk sebagai Presiden Soviet Petrograd dan juga pemimpin dari Komite Militer Revolusioner yang merencanakan persiapan dan pelaksanaan Revolusi Oktober.

Dalam otobiografinya My Life, Trotsky menulis “Sorenya [satu hari sebelum Revolusi Oktober], sembari kita menunggu pembukaan kongres Soviet, Lenin dan saya beristirahat di sebuah ruangan di sebelah ruang pertemuan, sebuah ruangan yang kosong melompong kecuali dengan kursi-kursi. Seseorang telah menggelar sebuah selimut di lantai untuk kami, dan saya rasa saudara perempuan Lenin yang membawakan kami bantal. Kami berbaring bersebelahan; tubuh dan jiwa beristirahat. Ini adalah istirahat yang kami butuhkan. Kami tidak bisa tidur, jadi kami berbicara dengan suara perlahan …[Lenin berkata] ‘Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan: seorang buruh dengan sepucuk senapan, bersebelahan dengan seorang prajurit, berdiri bersama di jalanan!” dia mengulanginya dengan perasaan yang mendalam. Akhirnya para prajurit dan para buruh telah bersatu!”

Setelah kemenangan Revolusi Oktober, Trotsky menjabat sebagai Komisar Rakyat untuk Masalah Luar Negeri sampai tahun 1918. Lalu dia duduk sebagai pemimpin Tentara Merah, dan membangun Tentara Merah yang pertama untuk melawan serangan dari 18 negara imperialis dan Tentara Putih yang ingin menghancurkan negara Soviet yang masih muda ini. Dengan kereta apinya yang bergerak dengan cepat dari satu front ke front lain, Trotsky memberikan kepemimpinan militer dan politik untuk Tentara Merah di dalam perang sipil (1918-1922). Akhirnya mereka berhasil mengalahkan pasukan imperialis dan Tentara Putih.

Luluh lantaknya Uni Soviet secara ekonomi dan moral akibat perang sipil, dan terisolasinya Uni Soviet akibat revolusi-revolusi Eropa Barat yang gagal, kedua faktor utama ini menyebabkan kemunduran di dalam revolusi dan kebangkitan kaum birokrasi dan reformis. Ini terefleksikan di dalam perjuangan internal di dalam partainya revolusi Rusia, yakni Partai Komunis Uni Soviet.

Baca Juga:   Polda Jawa Barat Siapkan 120 titik Penyekatan Terkait Larangan Mudik

Setelah kematian Lenin pada tahun 1924, kaum birokrat yang direpresentasikan oleh Stalin mulai melakukan konter-revolusi di dalam PKUS, dengan menekan demokrasi di dalam Partai dan menggagaskan teori “sosialisme di satu negara” dan teori “dua-tahap”. Trotsky beserta pendukungnya membentuk kelompok Oposisi Kiri untuk melawan kelompok Stalinis, terutama untuk melawan kebijakan Komintern yang keliru dalam permasalahan Revolusi Cina 1927.

Akan tetapi mereka gagal dan anggota-anggota Oposisi Kiri dipecat dari partai dan diasingkan. Trotsky dipecat dari PKUS pada tahun 1927, diasingkan ke Alma Ata pada tahun 1928, lalu dikeluarkan dari negara Uni Soviet pada tahun 1929. Setelah pengusiran Trotsky dari Uni Soviet, hampir semua pendukung Trotsky menjadi bimbang dan akhirnya banyak dari mereka menyerah kepada Stalin walaupun pada akhirnya mereka semua dieksekusi juga.

Dari tempat pengasingannya di Turki (1929-1934) dan Meksiko (1934-1940), Trotsky meluncurkan perjuangan ideologinya melawan Stalin, menganalisa degenerasi Uni Soviet (di dalam karya historisnya Revolution Betrayed), menganalisa relasi kelas dari fasisme (Apa itu Fasisme dan Bagaimana Melawannya), dan mempertahankan tradisi Revolusi Oktober. Dari tempat pengasingannya, Trotsky mengorganisir kelompok Oposisi Internasional yang menyatukan semua pendukung-pendukungnya di seluruh panca benua.

Pada tahun 1938, dia dan pendukung-pendukungnya membentuk Internasional Keempat, dan dokumen historis Program Transisional dilahirkan yang menjadi dasar dari organisasi ini. Awalnya, Trotsky menentang pembentukan partai komunis tandingan atau organisasi komunis internasional tandingan, karena dia percaya bahwa mereka masih bisa dihidupkan kembali.

Tetapi setelah menyaksikan bagaimana partai-partai komunis tidak mampu berbuat apa-apa di hadapan fasisme dan membiarkan bangkitnya Nazi Jerman (dimana setelah kemenangan Hitler di Jerman pada tahun 1933, Stalin dan Partai Komunis Jerman tidak merasa kawatir dan dengan bangga mengatakan: “Setelah Hitler, giliran kita!”), Trotsky menyatakan “Sebuah organisasi yang tidaklah bangkit karena guntur fasisme dan tunduk dengan patuh kepada aksi-aksi birokrasi yang menjijikkan, maka dari itu organisasi ini menunjukkan bahwa ia telah mati dan tidak ada yang bisa dihidupkan kembali darinya.”

Pada tahun 1936, Pengadilan Moskow diluncurkan untuk mengadili ‘kejahatan Trotskisme’. Ribuan orang diadili, dinyatakan bersalah atas dosa ‘Trotskisme’ dan dieksekusi. Trotsky sendiri diadili  dan dinyatakan bersalah. Akan tetapi, Trotsky luput dari eksekusi ini.

Pada tanggal 20 Agustus 1940, tepat hari ini 80 tahun yang lalu agen Stalin berhasil membunuh Trotsky setelah percobaan sebelumnya yang gagal. Ramon Mercader, adalah nama pembunuh Trotsky. Ia berhasil menyusup ke lingkaran Trotsky dengan menyamar dengan berpura-pura sebagai pengagum dan pendukung Trotsky.

Siang hari itu dia masuk ke kantor Trotsky untuk menanyakan pendapat Trotsky mengenai tulisannya. Lalu dari belakang, dia mengayunkan kapak es ke kepala Trotsky. Pukulan ini tidak seketika mematikan Trotsky, dia pun bergulat melawan pembunuhnya tersebut. Mendengar teriakan Trotsky, penjaganya pun masuk ke kantor dan menangkap Mercader. Trotsky pun segera dibawa ke rumah sakit, namun dia akhirnya meninggal keesokan harinya, pada tanggal 21 Agustus 1940.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password