Sejarah 4 Agustus: Louis Armstrong Membawa Musik Jazz Menjadi Paripurna

Lahir dari keluarga tidak mampu, Armstrong tumbuh menjadi musisi berbakat. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Jika bicara soal musik jazz, tentu kita harus melihat darimana asal musik ini berasal. Jazz memang tak dapat dipisahkan dari tanah airnya, New Orleans, Amerika, kota yang kerap disebut sebagai melting pot of the nations. Dari New Orleans, dari suasana pesta perkawinan, penguburan dan keramaian para budak, jazz bermuara untuk kemudian melanglang ke Chicago dan penjuru Amerika lainnya. 

Kemudian Jazz menembus batas geografis negara di seluruh dunia. Lahir dari budak kulit hitam dengan akar musik blues, jazz terus memperpanjang jalan dari ladang-ladang pertanian ke hotel, kafe maupun tembok rumah kaum elit.

Terhitung sejak tahun 1917-1918, jazz New Orleans mulai terbentuk di New York. Musisi besar segera lahir dari kalangan negro yang membidani lahirnya jazz ini. Dunia mencatat nama-nama seperti Kid Ory, King, Sidney Becket, Jonny Dodds Oliver, Jelly Roll, dan Jimmy Noone.

Bicara soal nama besar musisi Jazz ini, tentu saja nama besar Louis Armstrong tak pernah lupa ditinggalkan ketika orang membicarakan jazz. Pria kelahiran New Orleans pada 4 Agustus 1901, atau tepat hari ini 119 tahun yang lalu ini dikenal sebagai penyanyi dan pemain terompet Jazz legendaris asal Amerika Serikat.

Namanya mulai terkenal pada tahun 1920-an sebagai pemain terompet dan cornet yang inventif, Armstrong mempengaruhi dasar-dasar musik jazz, ia berhasil menggeser fokus musik jazz dari improvisasi kolektif menjadi penampilan solo.

Berkat suara paraunya yang berat, khas, dan mudah dikenali, Armstrong menjelma menjadi seorang penyanyi berpengaruh, menunjukkan kecekatan dalam improvisasi, melencengkan lirik dan melodi dari sebuah lagu untuk mengungkapkan ekspresi.

Armstrong dikenal sebagai pionir genre musik swing yang kemudian menjadi dasar music jazz dan R&B (Rhythem and Blues). Meski terlahir dari kalangan kurang mampu, sampai ia tidak dapat melanjutkan sekolah dasarnya. Tetapi, kecintaan dan bakatnya terhadap musik yang sudah ada ketika ia masih kecil tidak mematahkan semangatnya untuk tetap berkarya.

Kiprahnya di dunia musik dimulai dari kerasnya musik jalanan. Ia bergabung dengan suatu kuartet vokal dan mempertajam harmoni musik dengan bernyanyi bersama grup itu.  Pada 1912 sampai 1914 ia sempat mendekam di sel tahanan karena kasus kenakalan remaja di Colored Waifs.

Namun, penangkapannya tersebut justru membawa jalan lain bagi Armstrong, setelah ia memperoleh sebuah alat musik cornet serta bergabung dengan band musik tiup yang ada di sana, ia banyak berlatih secara intensif.

Berbekal kemampuan yang ia peroleh di dalam sel, Amstrong kemudian banyak bermain di berbagai kelompok jazz New Orleans yang tampil di kapal-kapal boat di sepanjang sungai Missisipi, perjalannya dari panggung ke panggung akhirnya membawa ia sampai dapur rekaman pada 1922, Amstrong membuat rekaman pertama kalinya bersama Oliver dan bandnya Creole Jazz Band di Chicago.

Baca Juga:   Moeldoko Terpilih Jadi Ketum Partai Demokrat Versi KLB

Kemudian Armstrong pindah ke New York pada tahun 1924 dan bergabung dengan pianis Fletcher Henderson. Gaya musik jazz yang disebut hot jazz menjadi ciri khas aliran musik yang dibawakan Armstrong, Ia menancapkan namanya sebagai solois terkemuka dalam gaya musik tersebut.

Tiga tahun kemudian, Amstrong mulai memimpin bandnya sendiri. Ia juga membuat rekaman bersama para penyanyi blues ternama pada masa itu seperti Bassie Smith juga dengan kelompok yang disebut Hot Fives. Lagu-lagu yang menjadi hit antara lain Cornet Chop Suey, Big Butter and Egg Man, Potato Head Blues, West and Blues dan Weather Bird. Lagu-lagu tersebut merupakan karya yang tak lekang oleh jaman terutama dalam sejarah Jazz.

Gemilang prestasinya dalam kancah musik jazz juga ditandai dengan tur-nya keliling Eropa pada 1930-an, lebih dari itu Armstrong juga mulai merambah dunia perfilman, Ia pun tercatat sebagai orang kulit hitam pertama yang muncul dalam film Amerika. Beberapa film yang dibintanginya antara lain Pennies from Heaven (1936), Cabin In the Sky (1943) dan New Orleans (1947).

Armstrong pun menjadi salah satu artis ternama yang merekam Scat singing (nyanyian improvisasi dengan suara tanpa kata-kata) dalam lagu “Heebie Jeebies” (1926). Melalui lagu semacam itu, suara Amstrong menjadi suara yang paling terkenal di abad 20.

Pada tahun 1964, rekaman “Hello Dolly” menjadi lagu nomor satu dalam tangga lagu dalam majalah Billboard menggeser lagu “I Want to Hold Your Hand” milik The Beatles. Sepanjang hidupnya, ia telah membintangi 50 film, tampil dalam film konser Jazz on a Summer Day (1958), film dokumenter ‘Satchmo the Great’ (1957) dan dokumentasi video Satchmo (1986).

Atas semua karya dan prestasinya dalam dunia musik, satu tahun setelah ia meninggal ia mendapatkan penghargaan Grammy Lifetime Achievement Award (1972) dan dua gelar Grammy Award lain (1974 dan 1993). Dan pada 1976 didirikan sebuah monumen di New Orleans yang khusus dipersembahkan kepada Louis Armstrong.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password