Sejarah 24 Juli: Amelia Earhart, Pilot Wanita Legendaris Dunia

Earhart menentang tradisi perempuan pada zamannya (Shutterstock)

Bosscha.id – Amelia Earhart merupakan pilot perempuan asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai pionir dalam dunia penerbangan. Dia merupakan pilot perempuan pertama yang melakukan terbang solo melintasi Samudra Atlantik, dan orang pertama yang terbang dari Hawaii ke daratan utama AS.

Perempuan yang lahir di Atchison, Kansas Amerika Serikat pada tanggal 24 Juli 1897 atau tepat hari ini 123 tahun yang lalu ini dilahirkan di rumah kakeknya. Dia merupakan anak perempuan dari pasangan Edwin Earhart dan Amy Earhart. Kakek Amelia Earhart bernama Alfred Otis, dia merupakan presiden Bank Tabungan Atchison, mantan hakim federal, dan tokoh terpandang di Kota Atchison.

Sejak kecil, dia sudah menentang segala tradisi yang seharusnya dilakukan oleh seorang perempuan. Bersama kakaknya Grace Muriel Earhart, mereka melakukan hal yang dilakoni pria. Antara lain mereka memanjat pohon, kemudian berburu tikus menggunakan senapan, hingga berseluncur dengan perut menuruni bukit.

Saat beranjak besar, dia semakin menentang peran gender tradisional perempuan dengan memilih bermain basket atau mempelajari mekanika. Bersama Grace, Earhart memperoleh pendidikan homeschooling di rumah kakek mereka, Alfred Gideon Otis, di Atchison. Ketika Earhart dan kakaknya berkumpul bersama orangtua mereka di Des Moines, dia masuk ke sekolah umum pada usia 12 tahun. Dia lalu masuk SMA Chicago Hyde Park dan lulus pada 1916 setelah menjalani pendidikan yang dianggapnya tidak bahagia. Dia lalu memasuki kuliah di Ogontz School di Rydal, Pennsylvania. Namun, Earhart tidak berhasil menyelesaikan studinya itu.

Pada saat Perang Dunia I terjadi dan Amelia Earhart melihat tentara yang terluka yang kembali pulang. Setelah menerima pelatihan sebagai asisten perawat dari Palang Merah, ia memulai bekerja di Rumah Sakit Militer Spadina di Toronto, Ontario. Tugasnya termasuk menyiapkan makanan di dapur untuk pasien dengan diet spesial dan memberikan resep dokter di rumah sakit.

Saat masih menjadi perawat di Spadina, Earhart dan teman-temannya menyaksikan pertunjukan terbang pesawat Perang Dunia I di Toronto. Setelah itu, Earhart menghabiskan waktunya dengan mengamati para pilot di Korps Penerbang Kerajaan berlatih di lapangan terbang setempat.

Earhart pun kembali ke AS, kemudian masuk Columbia University di New York sebagai mahasiswa jurusan pra-kedokteran. Dan pengalaman terbang pertamanya terjadi pada Desember 1920 di California bersama pilot terkenal Perang Dunia I Frank Hawks.

Januari 1921, dia mengambil kursus penerbang bersama instruktur terbang perempuan Neta Snook. Untuk membayar biaya les, dia bekerja sebagai juru tulis di Perusahaan Telepon Los Angeles. Dari hasil bekerja di tahun yang sama, dia membeli pesawat Kinner Airster bekas berwarna kuning yang diberi nama ‘The Canary’. Pada Desember 1921, Earhart lolos tes menerbang dan memperoleh sertifikat Asosiasi Aeronautika. Dia berpartisipasi dalam ekshibisi perdana di Sierra Airdrome di Pasadena.

Pada 20 Mei 1932, Earhart yang kala itu usianya menjelang 35 tahun berangkat dari Harbour Grace, Newfoundland, menggunakan pesawat Lockheed Vega 5B. Awalnya menuju Paris, Perancis, Earhart menempuh 14 jam 56 menit untuk melintasi Atlantik tanpa berhenti sedikit pun. Dia kemudian mendarat di Culmore, sebelah utara Derry, Irlandia Utara, disaksikan warga lokal Cecil King dan T Sawyer.

Baca Juga:   Sejarah 8 Agustus: Ken Kutaragi Sang Bapak Playstation

Karena itu ia menjadi perempuan pertama yang melintasi Atlantik, dan orang kedua yang melakukannya setelah Charles Lindbergh lima tahun sebelumnya. Karena aksinya, Kongres AS memberikan penghargaan Distinguished Flying Cross. Dia juga menerima Legiun Kehormatan dari Perancis, dan Masyarakat National Geographic.

Dia melanjutkan rekor lainnya sebagai wanita pertama yang terbang melintasi AS. Terbang dari Los Angeles, dia mendarat di Newark, New Jersey, 19 jam kemudian. Dia juga merupakan pilot perempuan pertama yang terbang seorang diri dari Hawaii menuju ke daratan utama Negeri “Paman Sam” pada 11 Januari 1935.

Mencoba Terbang Keliling Dunia dan Menghilang

Tak puas dengan rekor yang didapat, pada awal tahun 1936, Earhart mulai menyiapkan ambisinya menjadi pilot yang terbang mengelilingi dunia. Rutenya lebih panjang, sekitar 47.000 kilometer, karena mengikuti rute khatulistiwa. Ia pun mendapat dukungan dana dari Universitas Purdue, dia membangun pesawat Lockheed Electra 10E sesuai dengan spesifikasi dan kenyamanannya.

Pada 17 Maret 1937, Earhart dan navigatornya, Fred Noonan, serta dua krunya Harry Manning dan Mantz berangkat dari Oakland menuju Honolulu. Karena masalah lubrikasi dan baling-baling, pesawat itu menjalani pemeriksaan dan perbaikan di Pangkalan Luke Pearl Harbor. Pesawat itu selesai diperbaiki tiga hari berselang. Namun, saat hendak lepas landas, mereka mengalami ground loop atau jatuh. Karena mendapat kerusakan yang parah, pesawat Electra 10E terpaksa dibawa kembali ke markas Lockheed menggunakan kapal untuk diperbaiki.

Gagal dalam percobaan pertama tak membuatnya patah arang, Earhart pun kembali mencoba terbang keliling dunia dengan persiapan dan rute yang direncanakan secara matang dari barat ke timur. Percobaan kedua ini dimulai dengan penerbangan secara rahasia dari Oakland menuju Miami ketika di sana, Earhart mengumumkan niatnya untuk mencoba menaklukan penerbangan dunia.

Di penerbangan kedua ini, Earhart hanya ditemani Noonan. Mereka terbang dari Miami pada 1 Juni 1937. Mereka beberapa kali berhenti di Amerika Selatan, Afrika, kawasan selatan India, dan Asia Tenggara sebelum mendarat di Lae, Papua Niugini, pada 29 Juni 1937.

Saat itu, Earhart dan Noonan telah menempuh jarak 22.000 mil atau 35.000 kilometer. Mereka tinggal melakoni jarak 11.000 kilometer untuk mencapai Pasifik. Pada 2 Juli 1937, Earhart dan Noonan berangkat dari Lae menuju pulau kecil Howland sebagai pit stop mereka berikutnya.

Namun, rute menuju Howlanda adalah kali terakhir keduanya melakukan kontak dengan kapal layar Itasca milik Penjaga Pantai AS. Mereka menghilang di tengah perjalanan. Presiden Franklin D Roosevelt memerintahkan pencarian besar-besaran selama dua pekan. Namun, keduanya tidak ditemukan. Pada 19 Juli 1937, Earhart dan Noonan dinyatakan menghilang di tengah laut.


Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password