Sejarah 13 Juli: Kick Off Pertama Piala Dunia Edisi Perdana

Dok.Istimewa

Bosscha.id – Hari ini 90 tahun yang lalu, gelaran sepakbola terbesar di dunia pertama kali digelar.  Presiden FIFA Jules Rimet kala itu memutuskan untuk menggelar sebuah turnamen sepak bola internasional. Piala Dunia pertama, diselenggarakan di Uruguay yang kemudian pelaksanaannya dimulai pada 13 Juli 1930.

Turnamen yang hanya diikuti oleh 13 negara ini kemudian menjadikan sang tuan rumah sebagai juara. Di final Piala Dunia pertama. Uruguay yang menjadi tuan rumah berhasil menembus babak puncak untuk bertemu Argentina. Laga tersebut berlangsung seru dengan enam gol tercipta: tiga gol di babak pertama, tiga gol di babak kedua. Dengan hasil akhir 4-2 untuk kemenangan Uruguay.

Dari 13 negara yang terlibat dalam hajatan sepakbola teragung sejagad ini, 7 negara berasal dari Amerika Selatan,4 dari Eropa, dan 2 dari Amerika Utara. Tim-tim yang berhak mengikuti turnamen tersebut juga tidak berasal dari babak kualifikasi, melainkan diundang oleh FIFA (sejauh mereka terdaftar resmi di FIFA). Tiap negara kemudian diberi tenggat untuk memutuskan keikutsertaan hingga 28 Februari 1930.

Setelah 13 negara sudah dipilih, masing-masing dari mereka dibagi ke dalam empat grup. Grup 1: Argentina, Chili, Perancis, Meksiko, grup 2: Yugoslavia, Brasil, Bolivia, grup 3: Uruguay, Rumania, Peru dan grup 4: Amerika, Belgia, Paraguay.

Karena peserta yang masih sedikit, maka setelah babak grup usai, pertandingan langsung berlanjut ke semifinal. Di fase tersebut, Argentina bertemu Amerika Serikat dan Uruguay berjumpa Yugoslavia. Baik Argentina dan Uruguay sama-sama meraih kemenangan telak 6-1 atas lawan mereka masing-masing.

Adapun jumlah peserta yang sedikit lantaran jarak yang amat jauh, sementara sarana transportasi juga masih sangat terbatas. Kendati Wright bersaudara sudah berhasil menemukan pesawat 30 tahun sebelumnya, biaya untuk membawa serombongan tim sepakbola masih sangat tinggi. Selain itu, para pendukung pun juga kewalahan dengan masalah jarak.

Pendukung Argentina, misalnya, yang berjumlah sekitar 15.000 orang, pada laga final harus menaiki 10-11 kapal laut dari Buenos Aires untuk menuju pelabuhan Montevideo. Jumlah yang begitu banyak membuat para pengurus pelabuhan kewalahan. Enam jam sebelum laga dimulai, gerbang stadion sudah dibuka. Dengan segera penonton menyerbu masuk secara membabibuta.

Khusus Amerika, keikutsertaan mereka dalam Piala Dunia 1930 mendapat banyak dukungan dari publik sendiri. Media-media pun meliputnya dengan antusias. The New York Times bahkan mengeluarkan reportase yang nyaris serupa propaganda: Amerika dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menjadi juara.

Baca Juga:   Gempa 5,1M Selatan Jawa dari Aktivitas Subduksi, Tidak Potensi Tsunami

Dan oleh karena masih sedikitnya jumlah peserta turnamen, hal ini membuat waktu pelaksanaan turnamen piala dunia ini hanya berlangsung selama 18 hari dengan total 18 pertandingan. Seluruh rangkaian pertandingan sendiri berjalan mulai dari 13 Juli hingga 30 Juli 1930.

Dan ada satu hal menarik terjadi saat babak final. Wasit asal Belgia yang memimpin laga, Jean Langenus, sempat mendapat ancaman sebelum laga dimulai. Ia pun baru bersedia menjadi wasit jika keamanannya betul-betul terjamin. Salah satu syarat yang diminta Langenus  ialah disediakan sebuah kapal di pelabuhan agar ia bisa segera kabur jika keadaan terdesak.

Juga karena belum adanya bola resmi yang dikeluarkan dari FIFA untuk setiap pertandingan. Beberapa bola berbeda pun digunakan dalam setiap pertandingan. Bahkan saat laga final antara Uruguay dan Argentina, masing-masing tim membawa bola mereka sendiri. Hal ini membuat wasit Jean Langenus yang memimpin jalannya laga memutuskan agar setiap babak menggunakan bola pertandingan yang berbeda.

Wasit asal Belgia itu pun kemudian melempar koin dan memutuskan bola Argentina-lah yang digunakan untuk menjadi pembuka pertandingan di babak pertama. Sedangkan bola yang dibawa tim Uruguay dimainkan pada babak kedua. Bola resmi pertandingan baru diperkenalkan pada ajang Piala Dunia Meksiko 1970. Bola yang diberi nama Telstar tersebut terbuat dari 32 panel kulit spesial yang membuatnya menjadi bola terbulat pada masanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password