Gara-gara Zoom, Pria Ini Jadi Orang Terkaya Dunia, Berharta Rp174 T

Ilustrasi foto: M.Today

Bosscha.id– Zoom kini aplikasi yang paling sering digunakan buat rapat online atau video conferencing. Ternyata di belakang aplikasi ini ada Eric Yuan salah satu orang terkaya di dunia.

Mengutip Forbes Billionaires 2020, Eric Yuan berada di urutan 293 dengan total kekayaan US$12,4 miliar atau setara Rp 173,6 triliun (asumsi Rp 14.000/US$). Zoom sendiri mencatatkan sahamnya di bursa Amerika Serikat pada April 2019.

Ketika penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Eric Yuan yang merupakan pendiri dan CEO perusahaan memiliki 22% saham atau setara lebih dari US$9 miliar. Salah satu investor Zoom adalah Le Ka-shing, orang terkaya di Hong Kong.

Dilansir dari India Today, (13/7/2020), perjalanan Eric Yuan sebelum membuat Zoom diawali dengan ketertarikannya terhadap internet ketika ia  mendengarkan pidato Bill Gates pada 1990, saat itu usianya baru 20 tahun.

Oleh karena itu, ia berfikir bahwa dengan pindah ke Amerika Serikat (AS) tepatnya ke Sillicon Valley akan mampu merubah kehidupannya dan lebih menjanjikan untuknya berkarir di negeri paman Sam.

Mimpinya tersebut sempat terhambat ketika visa-nya ditolak oleh pemerintah AS sebanyak delapan kali. Meskipun begitu, ia tetap berusaha selama dua tahun ketika percobaan yang kesembilan kalinya.

Baca Juga:   Digelar September 2020, Tes SKB CPNS di KBB Terapkan Protokol Covid-19 Ketat

Saat tiba di Amerika Serikat pada tahun 1997, Yuan tidak mengerti sama sekali tentang bahasa Inggris namun berkat kemampuannya dalam menulis kode komputer. Ia akhirnya mendapatkan pekerjaan pertamanya di perusahaan WebEx. Dan di tahun 2007, ketika WebEx diakuisisi oleh Cisco sebesar US$3,2 miliar, Yuan diangkat menjadi VP Korporat Teknik.

Setelah naik jabatan, Yuan merasa tidak bahagia bekerja dengan pekerjaannya karena harus bertemu banyak pelanggan dan dia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan layanan konferensi video milik Cisco.

Pada 2011, Eric Yuan akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan miliknya sendiri yang kita kenal sekarang dengan nama Zoom. Lebih dari 40 insinyur dari Cisco direkrut ke start-up miliknya dan baru  pada 2012, Zoom akhirnya diluncurkan sebagai aplikasi konferensi video.

Source: CNBC Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password