KBB Siapkan 11.000 Label Sehat Hewan Kurban,Warga Diimbau Beli Hewan Kurban via Online

Ilustrasi Bosscha.id

Bosscha.id–  Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan 11.000 label sehat bagi hewan kurban menjelang kurban Idul Adha. Kalung tersebut rencananya diberikan kepada hewan kurban sebagai bukti sehat dan layak.

“Kami siapkan total 11.000 label sehat, 3.000 untuk sapi dan 8.000 untuk domba atau kambing,”kata  Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Wiwin Aprianti, Kamis (9/7/2020).

Wiwin mengimbau masyarakat yang hendak membeli hewan kurban terlebih dahulu mengecek label sehat pada hewan tersebut.

Menurut Wiwin, ada beberapa tips bagi masyarakat yang ingin memilih hewan kurban. Di antaranya, yaitu cukup umur, yakni  2 tahun untuk sapi dan kerbau serta 1 tahun untuk kambing dan domba.

“Hal itu  bisa dilihat dari tumbuhnya sepasang gigi tetap pada hewan tersebut,” ucapnya.

Selain itu, kata Wiwin, hewan kurban harus dalam kondisi sehat, ditandai dengan mata cerah dan tidak belekan, bulu  bersih, cermin hidung basah dan bersih, gerakan lincah, nafsu makan tinggi, dan tidak kurus. 

“Selanjutnya, pastikan hewan itu tidak cacat dengan melihat testis utuh dan ada sepasang, daun telinga utuh, tanduk tidak patah, kaki tidak pincang, dan tidak buta,” ujarnya.

Infografis Bosscha.id

Beli Hewan Kurban Secara Online

Wiwin menambahkan, lantaran saat ini masa dalam masa pandemi Covid-19, para penjual hewan kurban diimbau untuk memasarkan secara daring menjelang Iduladha tahun ini. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 jika penjualan hewan kurban dilakukan di lapak.

Baca Juga:   Tak Hanya di Lebanon, Berikut Ini 5 Kasus Ledakan Besar yang Pernah Terjadi Akibat Amonium Nitrat

“Sudah banyak yang online walaupun tidak menutup kemungkinan, penjualan di lapak-lapak masih akan ada,” katanya.

Menurut Wiwin, penjualan hewan kurban secara daring dapat mencegah kerumunan calon pembeli seperti yang terjadi saat penjualan dilakukan di lapak. Dengan demikian, calon pembeli bisa langsung datang ke tempat yang ditentukan oleh penjual jika sudah cocok dengan hewan kurban pilihannya.

Dia mengungkapkan, sejumlah petugas pun akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dijual secara daring. “Petugas kami akan datang ke tampat atau kandang hewan kurban yang akan dijual untuk memastikan kelayakannya,” ujar Wiwin.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya juga akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak. Sejumlah petugas sudah siap turun ke lapangan dengan total sebanyak 36 orang, terdiri atas perwakilan dari dinas dan juga perguruan tinggi.

Di lapak hewan kurban, juga akan dipasang spanduk peringatan mengenai protokol kesehatan pencegahan covid-19. Di antaranya, pembeli dan penjual harus mengenakan masker, menyiapkan handsanitizer, serta menjaga jarak minimal 1 meter.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password