Mengenal Ringo Starr, Sosok Penting yang Menyatukan The Beatles

Ringo bersikeras kalau The Beatles seharusnya tidak bubar (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Siapa yang tak tahu dengan band legenderis dunia, The Beatles. Jika berbicara tentang band asal inggris ini, tentu tidak bisa dipisahkan dari nama Ringo Star. Meski namanya tidak sepopular personil The Beatles lainnya, seperti Lennon, Mc Cartney, atau George Horisson. Namun tidak bisa dipungkuri jika Ringo Star pun ikut andil dalam membesarkan nama The Beatles.

Ringo Star terlahir dengan nama Richard Starkey, ia lafir di Liverpool, Merseyside, Inggris pada 7 Juli 1940 atau tepat hari ini 80 tahun yang lalu. Orangtuanya bercerai saat umurnya masih tiga tahun. Ia lalu dirawat dan dibesarkan oleh orangtua tiri.

Masa kecilnya bisa dikatakan tak menyenangkan. Ia menghabiskan waktu dengan bolak-balik rumah sakit, karena Ia mengidap pleuritis (radang paru-paru) sampai usus buntu. Faktor itulah yang mengharuskannya menepikan urusan akademik.

Pada rentang waktu tahun 1955-1959, Ringo mengambil beberapa pekerjaan, salah satunya menjadi pengantar pesan di perusahaan kereta British Railways. Di masa-masa ini pula, Ringo intens mengulik drum. Pada Natal akhir 1959, ia memperoleh drum pertamanya dan segera bergabung dengan Ed Clayton Skiffle Group. Tak lama berselang, ia keluar dan mengisi posisi penggebuk drum di band bernama Rory Storm and the Hurricane.

Pindahnya Ringo ke Hurricanes Rory Storm mengubah jalan hidup sekaligus karier bermusiknya. Ketika melangsungkan tur ke Hamburg, ia bertemu John, Paul, dan George. Ketiganya terkesima dengan aksi panggung Ringo. Usai tampil, mereka berbicang sebentar untuk sekedar basa-basi. Nyatanya, yang terjadi lebih dari itu. Pada 1962, ia bergabung dengan The Beatles menggantikan Pete Best.

“Beberapa menit pertama saat Ringo memainkan drumnya, aku melihat ke George dan Lennon. Kami tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tapi, aku ingat kalau aku berpikir, “Sial, ini luar biasa,” papar McCartney.

Dari situlah, dimulainya babak baru pemuda asal Liverpool yang masa kecilnya terlunta-lunta itu. Bersama The Beatles, Ringo mengecap popularitas yang mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Mencetak banyak hits, albumnya laris manis di pasaran, mengisi gelanggang konser dengan penonton yang membludak, hingga mendapatkan stempel sebagai musisi papan atas.

Namun, perjalanan Ringo dan The Beatles  terpaksa harus berakhir pada 1970. Faktor penyebabnya begitu banyak: meninggalnya Brian Epstein, dominasi McCartney yang membuat anggota lain risih, kehadiran Yoko Ono, perbedaan visi dan selera musik usai rilisnya Sgt. Pepper Lonely Hearts Club Band (1967), hingga pertarungan ego yang semakin waktu semakin sulit dikendalikan.

Perkara soal keretakan tersebut, Ringo sudah menciumnya sejak proses pembuatan White Album pada 1968. Menurut penuturannya, suasana saat rekaman album itu begitu kompleks. Bingung menentukan kreasi, banyak debat, sampai muncul perasaan terisolasi. Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa ada yang tidak benar selama sesi rekaman White Album.

Selama sekitar 10 hari, Ringo absen dari proses rekaman White Album. Ia pergi ke Sardinia bersama anak-anaknya, menikmati birunya lautan beserta menu santap ikan. Setelah dirasa cukup, ia kembali ke realita. Tapi, situasi tak berubah. Masa depan The Beatles sulit diselamatkan.

Harapan Ringo untuk menyatukan The Beatles sempat muncul. Ia menilai The Beatles tidak semestinya bubar begitu saja dan konflik-konflik yang ada punya kemungkinan untuk diselesaikan. Namun, harapan itu sirna ketika Lennon tewas ditembak penggemar gila bernama David Champan pada 1980.

Baca Juga:   Sejarah 7 Agustus: Penerbangan Rahasia Sukarno ke Vietnam, untuk Apa?

Sejarah mencatat, Ringo juga berandil besar dalam proses kreatif The Beatles. Beberapa magnum opus The Beatles merupakan ciptaan Ringo seperti “Octopus’s Garden,” “Yellow Submarine,” “With a Little Help from My Friends,” sampai “Don’t Pass Me By.” Lagu-lagu yang dibikin Ringo punya karakter yang kuat dan bernas di setiap aspek; dari lirik hingga komposisi.

Sama seperti anggota lainnya, Ringo juga mutiara yang membuat nama The Beatles bersinar hingga sekarang. Andilnya begitu besar. Pengaruhnya begitu dahsyat. Ringo adalah kepingan terakhir yang lahir untuk melengkapi The Beatles secara paripurna.

Ia ibarat bagian hilang yang selama ini dicari Paul, John, dan George. Ketiganya, disadari atau tidak, membutuhkan Ringo lebih dari yang mereka kira. Dengan ego mereka yang saling bertarung satu sama lain, Ringo adalah perekat emosional yang menyatukan The Beatles. Ringo tidak nampak egois dan mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh tiga lainnya. Satu hal yang pasti, tanpa Ringo mungkin The Beatles tak akan sebesar ini.

Selain berkarir bersama The Beatles, dia juga sempat bersolo karir dengan mengeluarkan sendiri berbagai hitsnya. Kemampuan bermain drumnya yang luar biasa membuatnya bebas berkarya sesuai dengan keinginannya di luar The Beatles. Namun demikian dia masih tetap menjadikan band yang membesarkan namanya itu sebagai prioritas.

Selain aktif di dunia musik, Ringo juga sempat menjajal dunia akting. Dia sempat membintangi film-film yang beberapa diantaranya adalah film dokumenter. Film-film tersebut dibintanginya baik dengan maupun tanpa anggota The Beatles lainnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password