Awas, Titik Lokasi Pembuangan Sampah Liar di KBB Diawasi Ketat

Ilustrasi Bosscha.id

Bosscha.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai mengawasi ketat titik-titk rawan yang menjadi lokasi pembuangan sampah liar di sejumlah wilayah setempat. Pengawasan ketat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan.

“Tujuannya ini supaya tidak terjadi lagi kekumuhan. Yang terpenting bisa membuat sadar masyarakat,” kata Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup KBB, Nurjaman kepada Bosscha.id, Selasa (7/7/2020).

Nurjaman menegaskan pihakya akan terus menyisir titik-titik rawan pembuangan sampah liar tersebut. 

Ia menyebut kawasan utara Lembang seperti di Alun-alun Lembang, Kampung Cibogo, Kampung Legok, Curug Cimahi dan kawasan selatan KBB yakni Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas menjadi titik lokasi yang terus diawasi dari pembuangan sampah liar.

“Sejauh ini untuk kawasan Curug Cimahi dan Cihampelas itu sudah tidak ada lagi sampah liar. Karena seperti Curug Cimahi yang biasanya menjadi titik lokasi pembuang sampah liar kini sudah beralih fungsi dijadikan taman,” ungkap dia.

Dengan demkian Nurjaman berharap, titik-titik lokasi yang selama ini rawan dijadikan tempat pembuangan sampah liar bisa berubah dijadikan tempat yang lebih bermanfaat. 

“Terkadang papan imbauan dipasang di titik-titik yang rawan pembuangan sampah sembarangan, tetap saja masyarakat membuang sampah. Artinya tetap kawasan yang kerap dijadikan pembuangan sampah liar harus dialihfungsikan menjadi tempat-tempat yang lebih bermanfaat, ya seperti taman,” katanya.

Baca Juga:   Sejarah 4 Agustus: Louis Armstrong Membawa Musik Jazz Menjadi Paripurna

Seperti diketahui, Pemkab Bandung Barat rencananya akan mengenakan denda Rp 500.000 atau Rp 500 ribu kepada warga yang kedapatan membuang sampah sembarang di KBB. Saat ini penerapan peraturan daerah mengenai pengelolaan sampah tersebut masih menunggu peraturan bupati. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko menuturkan, perda pengelolaan sampah tersebut di antaranya mengatur soal sanksi yang bakal diterapkan bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

 “Ada sanksi administratif, nominalnya sekitar Rp 500.000, bergantung pada jenis pelanggarannya,” ujar Apung.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password