24 Juni : 34 Tahun Kahitna Temani Cerita Cinta Kita

personil dari masa ke masa Kahitna (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Bagi kita yang tumbuh dan besar di tahun 1990-an tentu sudah taka sing lagi dengan nama Kahitna.  Grup musik asal Bandung  yang  terbentuk pada 24 Juni 1986, tepat hari ini 34 tahun yang lalu. Band yang dimotori oleh Yovie Widianto ini dikenal sebagai band yang  selalu mengusung  tema-tema romantis dalam setiap lirik lagunya.

Di usianya yang ke 34 ini, Kahitna sudah membuktikan bahwa mereka berhasil  meraih berbagai pencapaian yang terbilang gemilang di industri musik tanah air. Perjalanan panjang Kahitna dari tahun 1986 dan bertahan hingga kini seakan menjadi sebuah bukti bahwa grup musik asal Bandung tersebut telah menjadi salah satu band legendaris di industri musik tanah air.

Sang keyboardis yang juga sebagai otak dari sebagian besar lagu hits Kahitna, Yovie Widianto menuturkan kekuatan fans mereka yang menjadi salah satu penyemangat Kahitna untuk terus berkarya menghasilkan lagu-lagu yang bisa diterima oleh penikmat musik di Indonesia.

Sampainya Kahitna di usia 34 tahun ini tentu telah lebih dulu dilalu oleh berbagai lika-liku perjalanan. Ketika album pertama ‘Cerita Cinta’ lahir pada 1994, mereka adalah grup pop yang baru hijrah dari jazz. Formasinya adalah Yovie Widianto (keyboard, piano), Bambang Purwono (keyboard), Harry Suhardiman (perkusi), Budiana Nugraha (drum), Andrie Bayuadjie (gitar), Dody Isnaini (bass), serta trio vokalis yang ditempati Carlo Saba, Hedi Yunus, dan Rony Waluya. 

Dan formasi band sedikit berubah manakala mereka mengeluarkan album kedua “Cantik” pada tahun 1996. Saat itu Kahitna tinggal delapan orang, setelah Rony Waluya memutuskan untuk keluar. Komposisi delapan personel dengan orang-orang yang sama terus bertahan pada album “Sampai Nanti” (1998), “Permaisuriku” (2000), dan “The Best of Kahitna” (2002).

Pada 2003 Kahitna kembali memilik sembilan personil . Yovie dan kawan-kawan memasukkan Mario Ginanjar sebagai tandem Hedi dan Carlo. Sementara personel lainnya tetap sama. Saat itu mereka merilis “Cinta Sudah Lewat”, album yang semakin mengukuhkan evolusi Kahitna sebagai band pop romantis.

Tiga tahun berselang, pada 2006, Kahitna merilis album baru lagi bertajuk “Soulmate”. Lalu pada 2010 mereka kembali dengan kemasan yang lebih segar, tapi tetap Soft lewat album “Lebih Dari Sekadar Cantik”. 

Mengiringi konser akbarnya pada tahun 2011 lalu, album “25 Tahun Cerita Cinta” dipersembahkan Kahitna untuk para penggemar setianya. Dan, lima tahun kemudian Kahitna melahirkan “Rahasia Cinta” yang berisikan 11 lagu.

Semua catatan di atas menunjukkan bahwa Kahitna selalu ada dan akan terus ada. Meski demikian, setelah menginjak usia yang ke 34 tahun wajar jika khalayak bertanya: akan ke manakah mereka selanjutnya?

Dan nyatanya Kahitna belum berniat untuk pensiun dari dunia musik. Hal ini terbukti, pada 15 Maret 2019 lalu, Kahitna memberi kado manis kepada penggemarnya berupa lagu baru berjudul “Seribu Bulan, Sejuta Malam”. Lagu yang cikal bakalnya sudah muncul pada 2012 silam ini menjadi penanda bagi pencapaian Kahitna yang terus bertahan sejak didirikan pada 24 Juni 1986. 

“Seribu Bulan, Sejuta Malam” menyuguhkan beberapa keistimewaan yang menjadi khas dari Kahitna. Seperti ingin mengajak para penggemarnya untuk sejenak menengok ke belakang, kembali ke masa awal di mana band ini lahir dari rahim fusion jazz. Namun, kali ini lewat jazz yang lebih smooth. 

Dan pada awal tahun 2020 lalu, Kahitna berencana merayakan ulang  tahun ke 34 ini dengan menggelar pesta selama 7 hari yang diberi tajuk ‘Kahitna Week ’. Di mana tujuh hari itu akan diisi dengan rangkaian konser yang menarik tentunya.

Namun tampaknya hajat besar itu nampaknya gagal terealisasi, karena seperti kita tahu bahwa pandemic corona di negeri belum menunjukan penurunan. Semoga saja setelah wabah ini mereda kita bisa ikut dalam rangkaian pesta ‘Kahitna Week’ yang tentunya akan menghiasi Cerita Cinta kita.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password