23 Juni: Perjalanan Legenda Hidup Sepak Bola Dunia, Zinedine Zidane

Zidane terkenal sebagai playmaker handal karena kontrol bola, visi, umpan (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Zinedine Yazid Zidane atau Zinedine Zidane adalah mantan pemain sepak bola profesional berkebangsaan Prancis yang bermain sebagai gelandang serang. Dia merupakan salah satu legenda terhebat sepanjang masa, seorang playmaker handal yang terkenal karena kontrol bola, visi, umpan, dan tekniknya yang sempurna.

Pria yang memiliki panggilan Zizou ini lahir di Marseille, Perancis, 23 Juni 1972. Ia merupakan mantan pemain sepak bola Perancis keturunan Aljazair. Ayahnya bernama Smail Zidane dan ibunya bernama Malika Zidane.

Zidane dibesarkan di La Castellane. Walaupun lahir di Marseille, Zizou belum pernah bermain untuk Olympique de Marseille. Karir Zizou dimulai pada usia 14 tahun, bakat anak imigran Aljazair ini ditemukan oleh seorang pencari bakat dan mendapat tempat di Akademi AS Cannes.

Selama di liga Prancis, Zizou bermain untuk AS Cannes dan Girondins Bordeaux, sebelum dibeli oleh Juventus sebesar £3 juta. Di Juventus karirnya berkembang dengan pesat. Pada tahun 2001, Zizou ditransfer dari klub Italia, Juventus F.C. ke Real Madrid untuk kontrak selama 4 tahun dengan biaya transfer sebesar €66 juta, hal ini membuat ia menjadi pemain sepak bola dengan transfer termahal di dunia pada saat itu.

Tahun 2004 setelah Piala Eropa 2004 berakhir, Zidane memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional. Namun saat Perancis mengalami kesulitan untuk meloloskan diri ke Piala Dunia 2006, Zidane mengumumkan pada Agustus 2005 bahwa ia akan kembali bermain di tim nasional.

Zidane pun memutuskan ia akan mundur setelah Piala Dunia 2006 berakhir. Pada tanggal 25 April 2006, Ia pun secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari klub dan tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006.

Pada tanggal 7 Mei 2006 Zidane memainkan pertandingan terakhir sebagai tuan rumah untuk Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu. Pemain Real Madrid memakai baju kaos khusus yang bertuliskan “Zidane 2001-2006″ tertulis di bawah logo klub. Pertandingan ini melawan Villarreal CF dengan hasil akhir seri 3-3.

Pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2006, ia tampil buruk dan bahkan harus absen pada pertandingan ketiga akibat akumulasi kartu kuning. Zidane kemudian menunjukkan permainan terbaiknya di babak berikutnya.

Namun, karir Zidane harus berakhir buruk saat ia dikartu merah oleh wasit Horacio Elizondo pada pertandingan final piala dunia akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi di bagian dada.

Baca Juga:   Sejarah 2 Juli: Mochtar Lubis, Wartawan Bernyali Tinggi yang Pernah Dipenjara Dua Rezim Penguasa

Setelah pensiun dari dunia Sepakbola professional, Zidane beralih profesi sebagai seorang pelatih.  Kiprah awalnya ia mulai sejak tahun 2010 saat ditunjuk menjadi special adviser untuk tim utama Real Madrid.

Tahun berikutnya Zidane diangkat sebagai direktur olahraga Real Madrid. Dan pada tahun 2013, Zidane ditunjuk menjadi asisten pelatih dari Carlo Ancelotti di Real Madrid. Kemudian sejak 2014, Zidane mulai melatih Real Madrid Castilla (Real Madrid B) dimana putranya Enzo Zidane bermain disitu. Prestasinya cukup baik, ia membawa tim itu berada di posisi kedua di akhir musim.

Walaupun begitu ia sempat diterpa kabar tidak sedap. Ia diketahui belum mempunyai lisensi (Uefa Pro Licence) sebagai seorang pelatih. Pada tahun 2016, Zidane resmi ditunjuk menjadi pelatih atau manager dari tim utama Real Madrid. Ia menggantikan Rafael Benitez yang dipecat oleh Real Madrid.

Pada awal melatih tim utama Real Madrid tahun 2016, Zidane berhasil membawa tim tersebut merengkuh gelar empat gelar yakni gelar la liga, juara liga champions eropa, UEFA Super Cup serta Piala Dunia Antar Klub.

Dan pada tahun 2017, Zidane berhasil membawa kembali Real Madrid menjadi juara liga Champions Eropa. Sebuah rekor baru bagi seorang pelatih Eropa. Ia juga membawa real madrid memperoleh gelar Super Eropa tahun 2017.

Kemudian di tahun 2018, Zidane berhasil membuat rekor fantastis yakni kembali membawa Real Madrid menjadi juara liga champions untuk ketiga kalinya. Suatu prestasi terbaik yang belum pernah diraih oleh para pelatih manapun di benua Eropa.

Maka sangat wajar jika publik sepakbola memberinya gelar sebagai pelatih terbaik di dunia. Dan juga pelatih terbaik yang pernah dimiliki oleh Real Madrid.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password