Ngebet Nikah di Era New Normal, Ini Tipsnya

Pemerintah telah menerapkan standar protokol kesehatan untuk yang ingin menggelar pernikahan (Bosscha.id)

Bosscha.id – Oleh karena pandemi Covid 19, banyak pasangan yang menunda pernikahannya yang telah jauh-jauh hari dipersiapkan. Dan hingga saat ini belum terlihat bahwa kasus wabah virus ini akan segera berakhir.

Maka dari itu Pemerintah Indonesia berencana untuk menerapkan tatanan normal yang baru atau disebut dengan New Normal. Bergulirnya isu itu pun lantas membuat semua aspek kehidupan tentu akan berubah. Tak terkecuali dengan acara pernikahan.

Para calon pengantin pun tentu harus bersiap dengan penyesuaian sana-sini agar acara pernikahan mereka bisa berjalan sesuai tatanan baru atau New Normal .

Anjuran physical distancing yang sangat membatasi ruang gerak manusia dipastikan akan memengaruhi bagaimana cara pasangan menggelar pernikahan. Ini sekaligus menandakan bahwa pernikahan pernikahan berskala kecil atau intimate akan menjadi tren baru di kalangan masyarakat.

Bagi Anda yang berencana menggelar pernikahan dalam waktu dekat di era new normal, berikut ini Bosscha.id  akan berbagi beberapa tips yang patut Anda pertimbangan dalam hal pelaksanaan acara pernikahan di era New Normal.

Pilih Konsep Acara Simpel dan Intimate

Jika Anda berniat mengadakan acara pernikahan di tengah pandemi corona, salah satu hal yang harus Anda pertimbangkan adalah membuat acara yang lebih kecil atau intimate, agar sesuai standar PSBB dan New Normal. Maka dari itu penting sekali untuk memikirkan konsep acara yang jauh dari konsep pernikahan Indonesia yang biasa mengundang tamu berjumlah ratusan bahkan ribuan. Anda hanya bisa mengadakan acara dengan jumlah tamu yang kecil dan terbatas, dengan tetap tidak meninggalkan kesakralan acara tersebut.

Lokasi di Ruang Terbuka (outdoor)

Jika memungkinkan, pilihlah venue di ruang terbuka (outdoor). Karena ruang terbuka akan meninggalkan kesan yang lega dan lapang sehingga memudahkan para tamu untuk saling jaga-jarak satu sama lain. Selain itu, pilihlah pengaturan meja dengan format seated dinner (bukan standing party) untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Baca Juga:   Tips Memilih Sepeda Untuk Goweser Pemula

Batasi Jumlah Tamu

Jumlah tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan harus dibatasi, serta tetap menerapkan jaga jarak fisik atau physical distancing. Orang-orang yang berada pada tempat acara digelar juga harus mengenakan masker. Jika hanya akad nikah di tempat ibadah, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Surat Edaran Nomor SE 5 Tahun 2020 juga telah mengatur protokol penyelenggaraan pernikahan di rumah ibadah, seperti Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid 19, membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang dan Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Terapkan Standar Kebersihan

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum ada obatnya, ketersediaan alat-alat kebersihan bukan harga yang bisa ditawar-tawar. Pastikan handsanitizer selalu tersedia, tamu juga memiliki akses yang mudah untuk cuci tangan. Praktik jaga jarak juga perlu mendapat perhatian.

Terapkan Protokol Kesehatan Penyajian Makanan

Pesta atau resepsi pernikahan memang kurang lengkap tanpa sesi bersantap. Oleh karena itu, untuk katering berkonsep prasmanan, pastikan setiap hidangan harus memiliki satu petugas untuk melayani para tamu. Tamu dilarang mengambil makanannya sendiri demi mengurangi risiko penularan virus Corona. Dan jika memungkinkan maka kita bisa menggunakan alternatif penyajian makanan dengan konsep Take Away.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password