Sejarah 18 Juni: Lahirnya Sang Legenda Hidup, Sir Paul McCartney

Paul tetap produktif di masa tua (Dok.Istimewa)

Bosscha.id – Siapa yang tak kenal dengan Sir James Paul McCartney, pentolan dari grup band legendaris dunia The Beatles. Paul McCartney lahir di Liverpool, Inggris, pada 18 Juni 1942. Ibunya merupakan seorang perawat di rumah sakit tempat Paul dilahirkan, dan ayahnya seorang pedagang kapas sekaligus pianis di band Jim Macs Jazz.

Paul kecil tergolong sebagai anak yang pintar. Hal ini terlihat pada ssat ia duduk bangsku sekolah dasar. Ia termasuk salah satu dari empat siswa di Liverpool yang bisa lulus ujian akhir sekolah dasar, Ujian 11-plus (total peserta 90 orang). 

Saat remaja, Paul pun berhasil masuk ke Liverpool Institute for Boys, dan belajar di sana selama 7 tahun (1953-1960). Paul mendapat nilai A untuk pelajaran Bahasa Inggris dan Seni. Di Liverpool Institute pula Paul pun bertemu dengan George Harrison, yang merupakan personil dar The Beatles.

Sang ayah ingin sekali kedua anaknya Paul dan Michael bisa bermain musik seperti dirinya. Untuk itu, ia memberikan Michael piano dan menghadiahi Paul sebuah terompet. Namun, Paul tidak bertahan lama dengan terompetnya, dan langsung menjualnya untuk kemudian dibelikan gitar.

Lewat gitarnya itu, Paul pun mulai menulis lagu. Dan lagu pertamanya berjudul I Lost My Little Girl. Tak lama kemudian, Paul pun mulai tertarik untuk belajar memainkan piano dan menciptakan lagunya yang kedua, When Im Sixty-Four. Tidak hanya memberikan alat musik, Ayah Paul juga mencoba memasukkan Paul ke sekolah musik.

Pada usia lima belas tahun, Paul pun berkenalan dengan John Lennon yang saat itu sudah memiliki grup musik sendiri, The Quarrymen. John terpukau dengan kemampuan Paul memainkan gitar dan mengajaknya bergabung dengannya di Quarrymen.

Tak lama, Paul pun kemudian mengajak George Harrison, yang ternyata piawai bermain gitar untuk bergabung juga. Dengan tambahan dua teman John, Stuart Sutcliffe dan Pete Best sebagai pemain bass dan drumm, formasi awal The Beatles pun terbentuk.

The Beatles yang ketika itu beranggotakan lima orang ini justru tidak mengawali karier mereka di Inggris. Allan Williams, yang membawa mereka tur di kota Hamburg, Jerman, pada 1960. Ternyata, Beatles bukanlah satu-satunya band Liverpool yang sedang beraksi di Hamburg karena saat itu mereka sempat satu panggung Rory Storm and The Hurricanes.

Secara khusus, penampilan drummer Rory Storm, yaitu Richard Ringo Starr Starkey, berhasil mencuri perhatian mereka. Di penghujung karier Beatles di Hamburg, Stuart Sutcliffe menolak kembali ke Liverpool karena saat itu ia sudah bertunangan dengan Astrid Kircherr, seorang fotografer. Keluarnya Stuartmen, membuat posisi bass menjadi kosong, dari situ lah kemudian semua anggota band sepakat, Paul sebagai pengisi posisi itu. dan terhitung sejak saat itu hingga The Beatles bubar, Paul menempati posisi sebagai pencabis bass di band legendaris dunia itu.

Setelah masalah keluarnya Stuart selesai, masalah baru pun muncul. Brian Epstein yang saat itu sudah mulai menjadi manajer The Beatles, ingin band ini memiliki identitas dan ciri khas tersendiri. Jadi, ia pun mulai mendandani para personil dengan pakaian dan potongan rambut yang seragam.

Baca Juga:   Sejarah 6 Juli: Wafatnya AT Mahmud, Sang Maestro Lagu Anak Indonesia

Dari sini lah muncul permasalahan baru. Pete Best, sang drummer menolak untuk mengikuti gaya rambut mop-top yang diajukan Brian tersebut. Sepele memang, namun konon itulah alasan manajemen mendepak Pete dan kemudian merekrut Ringo Starr.

Bersama The Beatles, Paul mengembangkan bakat musiknya hingga ke titik tertinggi. Ia mulai banyak bereksperimen dengan alat-alat musik baru seperti banjo dan ukulele, ia bahkan melakukan manipulasi pita rekaman untuk mendapatkan efek-efek suara yang tidak bisa dimainkan dengan alat musik biasa.

Namun, hal yang paling menonjol dalam karier bermusik Paul adalah kolaborasinya dalam menulis lagu bersama John, yang terkenal dengan sebutan Lennon/McCartney. Dan berdua dengan John, Paul pun berhasil menulis ratusan lagu untuk The Beatles.

Pada tahun 1970 karir paul di band yang telah membesarkan namanya pun harus terhenti, ini terjadi karena pada tahun itu The Beatles bubar. Namun, peristiwa ini sama sekali tidak mematikan kreativitas Paul dalam bermusik. Sebaliknya, ia malah melesat jauh meninggalkan tiga kawannya yang juga bersolo karier, dengan membentuk grup baru yang bernama Wings (bersama istrinya Linda dan gitaris Denny Laineserta drummer Denny Seiwell) pada 1971.

Kurang lebih selama 10 tahun Paul menjalani karir bermusiknya bersama Wings, Paul mencapai kesuksesan yang tidak berbeda jauh dengan yang ia capai bersama The Beatles. Setidaknya, hanya Wings-lah satu-satunya grup yang digawangi mantan personel Beatles yang bisa bertahan lama.

Tidak hanya bersama Wings, Paul juga memiliki band lain, yaitu The Fireman. Sebenarnya, band ini hanyalah proyek sampingan Paul yang ia bentuk bersama basis Killing Joke, Martin Glover (dikenal juga sebagai Youth), pada tahun 1993.

Paul juga diketahui pernah bekerjasama dengan salah satu musisi paling berbakat di dunia, Michael Jackson. Kolaborasi dua musisi jenius ini menghasilkan sebuah lagu manis yang berjudul The Girl Is Mine. Beberapa musisi ternama lain yang pernah bekerjasama denganPaul adalah Stevie Wonder dan Elvis Costello.

Selain dikenal sebagai seorang musisi, di luar kegiatan seni Paul juga dikenal sebagai aktivis berbagai isu sosial dan global seperti animal rights (hak-hak hewan), vegetarian, dan berbagai misi perdamaian. Paul pun diketahui menggeluti dunis seni lain di luar musik. Yaitu melukis, menulis puisi, dan membuat film.

Di masa tuanya sekarang ini, Paul pun masih sibuk beraktivitas di bidang musik, Ia bahkan teratat sebagai musisi dengan pendapatan tertinggi di Inggris.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password